AS Terapkan Tarif 50 Persen untuk Impor asal Kanada
Eskalasi hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada berada di titik nadir setelah negosiasi bilateral berujung buntu pada Kamis (27/8/2026). Presiden AS Donald Trump menegaskan langkah tegas perlu diambil terhadap negara tetangganya tersebut, sebagaimana dilansir dari Investor Daily. "Saya memiliki kesepakatan yang cukup bagus sebelumnya.
Mereka tidak memiliki apa pun yang wajib kita miliki, kita bisa bertahan tanpanya. Sudah saatnya mengajari Kanada bahwa mereka tidak bisa berbuat seperti ini lagi," ujar Presiden AS Donald Trump. Keterangan resmi tersebut disampaikan Trump menyusul pembatalan pembicaraan dagang yang memicu pengenaan tarif baru sebesar 50 persen terhadap barang impor asal Kanada senilai US$ 20 miliar atau sekitar Rp 355,1 triliun.
Pemerintah AS juga mengumumkan rencana penerapan tarif 50 persen untuk produk otomotif beserta suku cadang asal Kanada yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Januari 2027.
Pemerintah Kanada merespons kebijakan tersebut pada Selasa lalu dengan menetapkan tarif balasan senilai US$ 20 miliar terhadap barang impor AS yang akan mulai efektif pada 8 September 2026. Penolakan pihak AS untuk memberikan kelonggaran tarif pada kendaraan kelas menengah dan berat menjadi faktor utama yang menggagalkan kesepakatan bilateral.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan bahwa jalur komunikasi terbuka dengan pihak Kanada saat ini terputus. Greer menegaskan pihak AS siap mengambil tindakan lanjutan demi memprioritaskan kepentingan nasional apabila Kanada terus melakukan aksi balasan. Penasihat Gedung Putih Peter Navarro menilai penolakan Kanada atas kesepakatan awal merupakan sebuah kekeliruan. Menurut analisisnya, tawaran yang ditolak Kanada pada pekan lalu jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan penawaran yang mungkin diberikan AS di masa mendatang.
Konflik proteksionisme ini mengancam kemitraan historis kedua negara yang terikat dalam kawasan perdagangan bebas Amerika Utara. Selama ini, AS dan Kanada saling bergantung dalam rantai pasok manufaktur otomotif, pasokan energi, hingga komoditas pertanian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow