APJII Perkuat Kedaulatan Digital pada Ulang Tahun Ke 30

Smallest Font
Largest Font

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan digital nasional saat memperingati hari ulang tahun ke-30 di Jakarta, Jumat (7/8/2026). Langkah tersebut dilakukan melalui pemerataan akses, penguatan infrastruktur, dan kolaborasi lintas sektor.

Organisasi yang membawahi ribuan perusahaan penyedia jasa internet (ISP) ini telah berkontribusi membangun konektivitas nasional sejak berdiri pada 1996, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Ketua Umum APJII Muhammad Arif menjelaskan bahwa pengembangan jaringan internet saat ini berfokus pada penyediaan akses yang cepat, berkualitas, serta terjangkau bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

"Mengusung tema 'Koneksi Baik untuk Negeri' kami berkomitmen untuk memastikan manfaat internet dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia. Selama tiga dekade, APJII terus berupaya membangun ekosistem internet nasional yang semakin kuat, terbuka, dan kolaboratif," kata Ketua Umum APJII Muhammad Arif.

APJII mencatat bahwa fokus industri telekomunikasi kini bergeser ke arah peningkatan kualitas layanan untuk menopang transformasi digital nasional secara berkelanjutan.

"Kami terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, termasuk mendukung berbagai program strategis Kementerian Komunikasi dan Digital, seperti Kampung Internet, serta mendorong terwujudnya layanan internet berkecepatan tinggi hingga 100 Mbps yang semakin terjangkau bagi masyarakat," jelas Arif.

Upaya pemerataan tersebut diimbangi dengan penguatan infrastruktur strategis, termasuk pengelolaan Indonesia Internet Exchange (IIX) dan IDNIC untuk alokasi alamat IP serta Autonomous System Number domestik.

Data survei internal APJII mencatat tingkat penetrasi internet Indonesia naik dari 79,5 persen atau sekitar 221 juta jiwa pada 2024 menjadi 81,72 persen atau setara 235 juta pengguna pada 2026.

"Berdasarkan hasil Survei APJII, tingkat penetrasi internet Indonesia terus menunjukkan tren positif. Pada 2024, penetrasi internet mencapai 79,5% atau sekitar 221 juta jiwa. Angka tersebut terus meningkat hingga pada 2026 mencapai 81,72%, setara dengan sekitar 235 juta pengguna internet di seluruh Indonesia," ucap Arif.

Peningkatan jumlah pengguna tersebut dinilai perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas digital masyarakat, keamanan siber, dan kolaborasi erat antara pihak industri, akademisi, serta pemerintah.

"Peningkatan jumlah pengguna internet harus diikuti dengan peningkatan kualitas layanan, pemerataan infrastruktur, keamanan siber, dan penguatan kapasitas digital masyarakat. APJII akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, industri, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan transformasi digital Indonesia berjalan secara inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed