PT Aman Agrindo Tbk Targetkan Penjualan Rp 336 Miliar pada 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Aman Agrindo Tbk (GULA) menargetkan total penjualan menyentuh Rp 336,37 miliar pada tahun buku 2026, yang didorong oleh operasional pabrik gula merah baru pada semester II-2026, dilansir dari Investor Daily pada Senin (20/7/2026).

Target pendapatan emiten gula asal Semarang tersebut melonjak sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perseroan juga membidik laba bruto Rp 55,83 miliar, laba usaha Rp 46,92 miliar, serta laba neto Rp 36,9 miliar hingga akhir 2026.

"Target perseroan di tahun 2026 ini didukung oleh berbagai strategi strategis, di antaranya pengembangan area pemasaran dan penjualan, penguatan kemitraan dengan pelanggan lama, serta penjajakan aktif terhadap pelanggan baru. Kami juga berupaya memenangkan persaingan pasar dengan menyasar segmen UKM dan retail melalui penawaran kuantitas yang lebih fleksibel namun tetap dengan harga yang bersaing," ujar Andreas Utomo, Direktur Utama PT Aman Agrindo Tbk (GULA).

Peningkatan performa operasional sudah terlihat sejak kuartal I-2026 dengan catatan penjualan senilai Rp 40,9 miliar dan laba usaha Rp 2 miliar. Capaian ini menunjukkan tren pertumbuhan positif dari periode yang sama tahun lalu.

Manajemen memfokuskan sebagian besar belanja modal (capex) dan sisa dana Initial Public Offering (IPO) untuk merampungkan pabrik gula merah baru. Total anggaran capex fasilitas tersebut mencapai Rp 40,2 miliar, dengan realisasi penyerapan menembus Rp 39 miliar per Mei 2026.

Dari total dana bersih IPO sejak Agustus 2022, perseroan telah menyalurkan Rp 10,17 miliar untuk pembangunan pabrik. Sementara itu, alokasi mesin sebesar Rp 28,88 miliar dan modal kerja Rp 10,06 miliar telah terserap 100 persen, menyisakan dana Rp 1,21 miliar di PT Bank Central Asia Tbk.

Meski proyek berjalan, Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS memberikan dampak pada biaya pengadaan aset dan impor mesin pengolahan.

"Kendala utama yang dihadapi di lapangan adalah dinamika proses impor mesin pengolahan gula merah. Mengingat transaksi pembelian mesin dilakukan dalam denominasi US$, pelemahan nilai tukar Rupiah memberikan dampak berupa pembengkakan biaya (cost overruns) dari estimasi awal. Namun, manajemen terus melakukan mitigasi ketat agar pabrik tetap dapat commissioning tepat waktu di paruh kedua tahun ini," ujar Andreas Utomo, Direktur Utama PT Aman Agrindo Tbk (GULA).

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed