Allianz Global Investors Akuisisi UOB Asset Management SGD 555 Juta
Allianz Global Investors menandatangani kesepakatan akuisisi UOB Asset Management dari UOB Group senilai SGD 555 juta pada Jumat, 7 Agustus 2026. Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan bisnis manajemen aset di kawasan Asia Tenggara.
Transaksi tersebut bakal melipatgandakan dana kelolaan perseroan di Singapura. Selain itu, total aset kelolaan Allianz Global Investors di kawasan Asia Pasifik meningkat menjadi lebih dari EUR 170 miliar.
Aksi korporasi ini memperluas jaringan operasional perusahaan ke Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Allianz Global Investors juga memperkuat posisi bisnis di Singapura, Taiwan, dan Indonesia.
Kesepakatan ini mencakup jaringan distribusi jangka panjang yang menjangkau delapan juta nasabah ritel UOB. Seluruh 500 karyawan UOB Asset Management bakal bergabung ke dalam entitas Allianz Global Investors.
Grup UOB memperkirakan akuisisi ini membukukan keuntungan sebelum pajak sekitar SGD 330 juta. Transaksi atas unit bisnis beraset kelolaan SGD 42 miliar tersebut ditargetkan rampung pada 2027 mendatang setelah persetujuan regulator.
Chief Executive Officer Allianz Global Investors Tobias Pross menyatakan integrasi ini merupakan momentum penting ekspansi perusahaan di kawasan regional.
"Transaksi tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan Allianz Global Investors di Asia Pasifik. Dengan menyatukan keahlian investasi UOB Asset Management di Asia Tenggara dan platform investasi aktif berskala global yang kami miliki, kami membangun organisasi yang lebih kuat dengan kemampuan yang semakin baik untuk melayani nasabah di seluruh kawasan," kata Tobias Pross.
Pross menambahkan bahwa penggabungan keahlian lokal UOB Asset Management akan memperkaya variasi produk investasi dan solusi perencanaan pensiun bagi para nasabah.
"UOBAM merupakan salah satu manajer aset terkemuka di Asia Tenggara dengan kapabilitas investasi yang sangat baik serta jaringan distribusi yang kuat. Mengintegrasi keahlian investasi UOBAM di Asia Tenggara yang saling melengkapi ke dalam platform global kami akan memperkuat penawaran kami sekaligus mempercepat pertumbuhan kami di kawasan yang dinamis ini," ujar Tobias Pross.
Sementara itu, pimpinan UOB menilai kemitraan strategis ini dapat memperkuat fokus bank dalam penyediaan layanan konsultasi pengelolaan kekayaan.
"UOB melayani lebih dari delapan juta nasabah di ASEAN yang memiliki kebutuhan investasi dan pengelolaan aset yang semakin beragam dan kompleks. Kemitraan ini semakin memperkuat fokus kami untuk menyediakan layanan konsultasi dan distribusi produk investasi," kata Deputy Chairman dan CEO UOB Wee Ee Cheong.
Pihak manajemen memastikan seluruh layanan investasi dan kegiatan operasional nasabah tetap berjalan normal sepanjang masa transisi kepemilikan.
"Selama masa transisi, menjaga kesinambungan bagi nasabah dan karyawan menjadi prioritas kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada tim manajemen dan seluruh karyawan UOBAM atas dedikasi dan kontribusinya selama lebih dari empat dekade dalam membangun perusahaan manajemen aset regional yang tepercaya," ujar Wee Ee Cheong.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow