AI Ancam Lapangan Kerja Lulusan Kampus Perempuan di Australia
Risiko kehilangan pekerjaan kini mengintai para lulusan universitas di Australia akibat paparan teknologi kecerdasan buatan (AI), dengan kelompok perempuan lulusan kampus sebagai pihak yang paling rentan terdampak.
Kondisi tersebut terungkap dalam laporan nasional bertajuk "AI and Employment in Australia" yang dirilis oleh lembaga Jobs and Skills Australia (JSA), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Studi tersebut menyoroti adanya potensi peningkatan otomatisasi pada sejumlah sektor pekerjaan.
Menteri Ketenagakerjaan Australia, Amanda Rishworth, memberikan tanggapan mengenai potensi AI dalam merestrukturisasi peta ketenagakerjaan di negaranya. Kendati demikian, ia menilai bahwa penyerapan tenaga kerja untuk golongan muda sejauh ini masih menunjukkan angka yang stabil.
"Pemerintah bertekad untuk memastikan AI dimanfaatkan untuk menciptakan lapangan kerja yang baik, bukan mengancamnya. Kami akan terus memastikan warga Australia didukung melalui perubahan ini, dengan keterampilan, pelatihan, dan jalur yang dibutuhkan untuk beradaptasi dan memperoleh manfaat," ujar Amanda Rishworth, Menteri Ketenagakerjaan Australia.
Berdasarkan data JSA, kerentanan tertinggi akibat otomatisasi AI ini menyasar para pekerja muda yang memiliki kualifikasi universitas terendah serta tingkat keterampilan paling minim. Beberapa profesi yang paling terancam meliputi pegawai administrasi, manajer ritel, programmer perangkat lunak, akuntan, resepsionis, serta profesional di bidang periklanan dan pemasaran.
Sebaliknya, profesi yang dinilai paling aman dari disrupsi AI mencakup perawat, tukang, pengemudi truk, petugas kebersihan, hingga tukang kebun. Laporan tersebut juga mencatat adanya kesenjangan pertumbuhan lapangan kerja berdasarkan tingkat paparan AI sepanjang akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2026.
Pada periode tersebut, sektor pekerjaan yang minim terpapar AI mampu tumbuh hingga 9,5 persen. Sementara itu, lapangan kerja pada sektor yang paling terpapar AI dilaporkan hanya mengalami kenaikan sebesar 5,6 persen.
"Kami menemukan hubungan negatif kecil antara paparan AI dan pertumbuhan lapangan kerja," kata laporan itu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow