Ular Piton Burma Mengancam Ekosistem Rawa Everglades Florida

Smallest Font
Largest Font

Spesies invasif ular piton Burma terus mengancam kelestarian ekosistem rawa subtropis Everglades di Florida Selatan. Reptil raksasa bermotif khas ini memusnahkan hampir seluruh populasi mamalia lokal sejak kedatangannya pada dekade 1980-an.

Kawasan Everglades membentang seluas 607 ribu hektar dan hampir sepenuhnya terisolasi dari peradaban manusia. Seperti dikutip dari Detik iNET, ancaman ular pemangsa ini semakin mengkhawatirkan karena tingginya tingkat perkembangbiakan betina.

Piton betina mampu bertelur antara 50 hingga 100 butir setiap tahun. Kondisi tersebut diperparah oleh ketiadaan predator alami di habitat baru ini.

Secara alami, piton Burma berhabitat di kawasan Asia Tenggara. Spesies tersebut masuk ke wilayah Amerika Serikat sebagai hewan peliharaan eksotis yang sangat populer pada era 1980-an.

Penyebaran liar diawali dari kelalaian pemilik yang melepas peliharaan mereka. Selain itu, kehancuran fasilitas penangkaran akibat Badai Andrew pada Agustus 1992 turut melepaskan banyak ular ke rawa sekitarnya.

Hingga kini, otoritas setempat kesulitan menghitung jumlah pasti populasi reptil ini. Luasnya rawa serta kemampuan kamuflase fisik ular cokelat tersebut menjadi hambatan utama pemantauan.

"Jumlahnya bisa puluhan ribu, bahkan ratusan ribu," kata Rory Feeney, kepala South Florida Water Management District (SFWMD).

Dampak Kerusakan Ekologis di Everglades

Kehadiran reptil pemangsa ini memicu kerusakan parah pada keanekaragaman hayati lokal. Sepanjang tahun 1997 hingga 2012, populasi rakun anjlok hingga 99,3 persen di kawasan Everglades.

Pada periode yang sama, populasi oposum menyusut 98,9 persen dan kucing hutan berkurang 87,5 persen. Hewan lain seperti kelinci rawa, kelinci ekor kapas, serta rubah bahkan menghilang dari kawasan.

Sebuah penelitian berbasis pemancar radio pada kelinci mengungkapkan bahwa 77 persen kematian satwa tersebut disebabkan oleh lilitan piton Burma.

"Kami menemukan burung air di perut piton. Kami juga menemukan rusa," ujar Rory Feeney.

Ahli biologi University of Tennessee, Daniel Simberloff, memaparkan kesesuaian ekosistem tersebut bagi perkembangan piton.

"Habitat Everglades sempurna. Udaranya hangat, mereka dapat hidup sangat baik di habitat berlumpur dan berawa dan ada sumber makanan melimpah yang sama sekali belum beradaptasi menghadapi mereka. Tidak ada satu hal pun yang menghalangi mereka berkembang biak," kata Daniel Simberloff.

Upaya Otoritas Membasmi Piton Burma

Pemerintah negara bagian dan federal telah meluncurkan pelarangan kepemilikan piton sebagai hewan peliharaan sejak tahun 2010.

Pemerintah kemudian memperkenalkan Program Eliminasi Piton pada tahun 2017. Program ini mempekerjakan pemburu profesional yang dibayar berdasarkan upah minimum dan bonus ukuran panjang ular.

Selain program resmi, kompetisi berburu berhadiah juga diselenggarakan secara berkala. Langkah ini berhasil menyingkirkan ribuan ular, terutama ular betina yang berpotensi melahirkan keturunan baru.

Para ilmuwan turut mengeksplorasi rekayasa genetika untuk membatasi kelahiran ular betina. Sebelum teknologi tersebut siap digunakan, piton Burma diperkirakan tetap menjadi ancaman utama bagi satwa liar Florida.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed