Tom Rahill Menangkan Florida Python Challenge 2026 Usai Tangkap 96 Piton

Smallest Font
Largest Font

Pemburu bernama Tom Rahill meraih kemenangan dalam ajang Florida Python Challenge 2026 setelah berhasil menangkap dan melakukan eutanasia manusiawi terhadap 96 ekor piton Burma di kawasan Taman Nasional Everglades. Kemenangan tersebut diumumkan resmi oleh Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida (FWC), sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Senin (10/8/2026).

Ajang perburuan yang berlangsung sejak 10 hingga 19 Juli ini diikuti oleh 907 peserta dari 30 negara. Tangkapan Rahill menyumbang hampir sepertiga dari total 280 piton yang berhasil diamankan selama sepuluh hari kompetisi. Atas pencapaian tersebut, Rahill berhak membawa pulang hadiah utama sebesar USD 10.000 atau sekitar Rp 179 juta. Sementara itu, pemburu bernama Rahm Levinson memenangkan hadiah USD 1.000 setelah berhasil menyingkirkan piton terpanjang berukuran 5 meter.

Perburuan piton Burma di Florida Selatan merupakan langkah intervensi terhadap ancaman populasi predator puncak yang diperkirakan mencapai 100.000 hingga 300.000 ekor. Sejak keterlibatan kontraktor swasta pada 2017, sebanyak 19.000 piton telah disingkirkan. Secara keseluruhan, sekitar 28.000 piton telah diamankan dari ekosistem Everglades sejak keberadaan mereka pertama kali terdeteksi pada 1979 akibat pelepasan oleh kolektor satwa eksotis.

Pihak FWC menegaskan bahwa upaya pemindahan ular dari alam liar sangat penting demi menjaga keberlangsungan ekosistem lokal yang terancam oleh invasi piton.

"Menyingkirkan piton Burma dari ekosistem sangat krusial bagi kelangsungan hidup spesies asli yang menjadikan wilayah ini rumah. Python Challenge adalah cara luar biasa bagi publik untuk terlibat langsung melindungi Everglades. Tiap ular yang disingkirkan memberi dampak berarti," ujar Perwakilan FWC, Ron Bergeron.

Kondisi cuaca yang sangat kering di Florida Selatan pada tahun 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi para pemburu di lapangan. Kurangnya genangan air di tepi daratan membuat pergerakan piton sulit terdeteksi dibandingkan musim perburuan sebelumnya.

Pemburu veteran Bayo Hernandez membagikan pengalamannya saat menyisir kawasan Everglades selama berjam-jam untuk menemukan keberadaan reptil tersebut.

"Butuh waktu berjam-jam melakukan ini," kata Hernandez.

Ia menepis anggapan publik yang mengira proses pencarian ular invasif ini dapat dilakukan dengan mudah.

"Medsos membuatnya terlihat sangat gampang. Jika Anda pikir gampang, datang dan coba sendiri. Datanglah ke sini.

Habiskan berjam-jam. Berkendara bermil-mil jauhnya. Berhari-hari dan berbulan-bulan.

Pekerjaan ini sangat berat," sebut Hernandez.

Usahanya membuahkan hasil ketika ia berhasil menemukan reptil berukuran lebih dari dua meter di tengah kegelapan.

"Kita berhasil. Kita menemukan seekor piton," seru Hernandez.

Ia juga menambahkan bahwa faktor keberuntungan memiliki peranan besar dalam perburuan satwa liar tersebut.

"Anda bisa saja mendapati cuaca yang sempurna, suhu ideal, atau kelembapan pas, dan semua faktor pendukung sejalan. Tapi pada akhirnya, Anda sangat mengandalkan keberuntungan," sebut Hernandez.

Proses pencarian piton pada musim ini terbilang lebih rumit akibat cuaca ekstrim yang melanda wilayah perburuan.

"2026 sejauh ini adalah tahun terkering. Di tahun sebelumnya, selalu ada genangan sampai tepi daratan dan ular ini biasanya bepergian di atas air. Itu membuat mereka lebih mudah menampakkan diri di tepi," paparnya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed