TPS 3R GO-SARI Kelola Sampah Bantul Hingga Hasilkan Rp 98 Juta
Meningkatnya volume sampah rumah tangga serta penutupan TPA Piyungan memicu masyarakat Guwosari, Pajangan, Bantul, untuk mengoperasikan TPS 3R GO-SARI. Langkah ini diambil untuk menyelesaikan persoalan sampah langsung dari sumbernya, dilansir dari Detik Finance.
Fasilitas ini mampu mengelola sekitar 3 hingga 3,5 ton sampah rumah tangga setiap hari. Sampah yang masuk dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi bahan daur ulang, pakan ternak, hingga produk bernilai ekonomi.
TPS 3R GO-SARI saat ini menjangkau pelayanan untuk 1.500 rumah tangga. Operasional tempat pengolahan ini juga menyerap 27 tenaga kerja lokal dan membukukan pendapatan sekitar Rp 98 juta setiap bulan.
Pengolahan dilakukan melalui metode pemilahan sederhana berbasis empat kategori, yaitu bosok, rosok, popok, dan bodongkok. Pembagian kategori ini memudahkan warga dalam memilah limbah harian.
Limbah organik dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kompos dan budidaya maggot Black Soldier Fly. Maggot tersebut dijadikan pakan ternak serta 458 ayam petelur yang memproduksi sekitar 27 kilogram telur harian. Adapun plastik jenis HDPE didaur ulang menjadi eco furniture seperti meja, kursi, rak, dan pot bunga.
Inisiatif masyarakat ini memperoleh dukungan CSR dari PT Pertamina Patra Niaga sejak tahun 2022. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufik Kurniawan, menegaskan komitmen pendampingan tersebut.
"Kita tentunya tidak ingin setelah Pertamina pergi, program yang sudah sangat bagus ini berlalu begitu saja. Sehingga kami tidak hanya memberikan program CSR, tetapi juga memandirikan mereka," ujar Taufik dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).
Penguatan operasional TPS 3R GO-SARI dilanjutkan pada 2026 melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 6,6 kWp dengan dukungan baterai 10 kWh. Fasilitas energi bersih ini menyuplai kebutuhan daya mesin pengolah sampah.
Local Hero Program DEB GO-SARI Rehabcycle sekaligus pengelola TPS 3R GO-SARI, Hendry, menyebutkan keberadaan energi surya memangkas biaya operasional listrik hingga 60 persen. Pengeluaran rutin yang semula bernilai Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta per bulan berkurang menjadi Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per bulan.
"Dengan dibantu PLTS, kebutuhan listrik kami bisa dihemat sampai sekitar 60 persen. Teman-teman juga tetap bisa bekerja ketika terjadi pemadaman listrik," ujar Hendry.
Keberadaan fasilitas pengolahan ini turut dirasakan langsung oleh para pekerja setempat. Ardian Sajidanto, pekerja yang telah bergabung selama hampir 2,5 tahun, mengungkapkan manfaat finansial dari tempat pengolahan ini.
"Dari segi pendapatan, Alhamdulillah bisa membantu ekonomi saya dan keluarga. Bisa untuk membeli susu anak juga," ujar Ardian.
Pengembangan kegiatan daur ulang plastik menjadi eco furniture turut melibatkan kelompok lansia serta warga binaan Rutan Kelas IIB Bantul. Sistem operasional juga dilengkapi aplikasi Gosari Lestari yang memfasilitasi transaksi layanan sampah, tabungan sampah anorganik, hingga pemasaran produk.
Pertamina menyerahkan secara simbolis dukungan PLTS Program Desa Energi Berdikari beserta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja pada 12 Agustus 2026. Penyerahan tersebut dibersamai dengan penyaluran 771 paket sembako untuk warga prasejahtera di sekitar lokasi program.
"Harapannya mereka bisa mandiri, bisa berdikari, dan tanpa pembimbingan kita mereka juga bisa melanjutkan dan meningkatkan lagi pendapatan yang dihasilkan," kata Taufik.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow