Telkomsel Raih Pendapatan Rp 55,6 Triliun pada Semester I 2026
Kinerja keuangan positif berhasil dicatatkan oleh Telkomsel sepanjang Semester I 2026 dengan pertumbuhan pada sisi pendapatan maupun profitabilitas. Hasil ini dicapai seiring dengan langkah transformasi BUMN melalui penyediaan layanan yang berfokus pada kebutuhan pelanggan. Seperti dilansir dari Detik iNET, arah bisnis anak usaha Telkom Group ini berjalan sejalan dengan strategi strategic holding digital nasional di bawah naungan Danantara Indonesia.
Pengelolaan tersebut berfokus pada penguatan tata kelola, efisiensi organisasi, serta optimalisasi aset. Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, pendapatan perusahaan menembus angka Rp 55,6 triliun atau naik 3,3 persen secara tahunan. Sementara itu, EBITDA mengalami peningkatan sebesar 8,6 persen menjadi Rp 26,1 triliun dengan margin yang menguat ke level 46,9 persen.
Efisiensi operasional dan ketepatan sasaran investasi juga mendorong kenaikan laba bersih hingga 8,3 persen menjadi Rp 10,4 triliun. Performa ini ditopang oleh lini bisnis mobile yang menyumbang Rp 42,8 triliun serta bisnis digital yang melonjak 11,0 persen hingga menyentuh Rp 40,8 triliun.
Tingkat konsumsi data masyarakat turut mengalami kenaikan sebesar 0,8 persen menjadi 11,8 juta terabyte. Data ini menegaskan pentingnya pemanfaatan konektivitas digital dalam menunjang aktivitas pekerjaan, pendidikan, hingga operasional bisnis harian. "Capaian Semester I 2026 merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan serta kerja bersama seluruh insan Telkomsel untuk terus melayanan dengan sepenuh hati. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan, Telkom Indonesia sebagai perusahaan induk, serta Danantara Indonesia yang terus memperkuat arah transformasi, tata kelola, dan daya saing Telkom Group," kata Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8/2026).
Pengembangan Jaringan dan Layanan Fixed Broadband
Peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) mobile tercatat naik 9,0 persen menjadi Rp 45,6 ribu dengan total basis pelanggan mencapai 153,5 juta. Capaian ini didorong oleh strategi penyederhanaan produk serta penawaran paket yang lebih relevan bagi konsumen. Guna menopang kualitas jaringan secara nasional, Telkomsel telah mengoperasikan sekitar 301 ribu BTS hingga akhir Juni 2026. Infrastruktur tersebut mencakup 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, serta 49 ribu BTS 2G yang tersebar di berbagai wilayah.
"Untuk menjaga kualitas pengalaman pelanggan, hingga akhir Juni 2026 Telkomsel mengoperasikan sekitar 301 ribu BTS, yang terdiri atas sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G. Penguatan jaringan dilakukan secara terarah untuk menghadirkan layanan yang semakin cepat, stabil, dan responsif, sekaligus memastikan investasi mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan," ungkapnya. Di sektor fixed broadband, pembenahan strategi berhasil mencatatkan basis pelanggan sebanyak 9,5 juta dengan tingkat penetrasi konvergensi mencapai 65 persen.
Rata-rata pendapatan per pengguna pada segmen ini juga meningkat 3,4 persen menjadi Rp 210,8 ribu. "Sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan, tanggung jawab kami adalah memastikan transformasi benar-benar terasa oleh pelanggan melalui jaringan yang semakin andal, layanan yang lebih praktis, perlindungan digital yang semakin kuat, dan pengalaman yang terus membaik. Kami akan terus berinovasi agar setiap kemajuan teknologi memberikan manfaat nyata bagi setiap orang, rumah, dan kegiatan bisnis di Indonesia," tutup Nugroho.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow