SPRM Gandeng Tiga Negara Usut Kasus Investasi KWAP

Smallest Font
Largest Font

Penyelidikan kasus dugaan penyimpangan investasi lembaga dana pensiun Malaysia, Retirement Fund (Incorporated) atau KWAP, kini diperluas oleh Komisi Pencegahan Rasuah Malaysia (SPRM) hingga ke tiga negara, yakni Dubai, Singapura, dan Indonesia, pada Selasa (28/7/2026).

Dilansir dari Investor Daily, langkah hukum ini ditempuh guna melacak keberadaan sejumlah dokumen penting terkait alokasi investasi KWAP di luar negeri yang terindikasi bermasalah.

Untuk mengumpulkan bukti di ketiga negara tersebut, SPRM berkoordinasi intensif dengan Jabatan Peguam Negara (AGC) Malaysia dalam memproses mekanisme Bantuan Hukum Timbal Balik (MLA). Pengumpulan bukti internasional dilakukan setelah tim penyidik merampungkan pemeriksaan internal di jajaran KWAP dan Kementerian Keuangan Malaysia.

"Kami meyakini terdapat dokumen penting terkait investasi ini yang disimpan di luar negeri. Oleh karena itu, kami bekerjasama dengan AGC untuk mendapatkan bantuan hukum internasional melalui jalur MLA. Fokus utama kami saat ini adalah Dubai, Singapura, dan Indonesia," ujar Ketua Pesuruhjaya SPRM Datuk Seri Abd Halim Aman.

Proses penyidikan resmi dibuka sejak 17 Juli 2026 dan hingga kini telah mengandalkan keterangan dari 20 orang saksi yang terdiri dari pejabat KWAP, pejabat Kementerian Keuangan Malaysia, hingga anggota komite dan panel investasi.

Selain itu, penyidik telah mengirimkan surat resmi kepada Bank Negara Malaysia (BNM) untuk membantu penelusuran intelijen keuangan global melalui jaringan Egmont Group. Penelusuran fokus pada pemetaan arus kas dua perusahaan di Indonesia dan satu perusahaan di Singapura, serta analisis Laporan Transaksi Tunai (CTR) dan Laporan Transaksi Mencurigakan (STR).

Penyelidikan mendalam ini dipicu oleh dugaan pelanggaran prosedur penilaian risiko (due diligence) dan transparansi pengalokasian dana. Salah satu fokus utama penyidik mengarah pada suntikan investasi KWAP senilai 200 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp 885,6 miliar ke eFishery, perusahaan rintisan teknologi akuakultur asal Indonesia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed