S&P Proyeksikan Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Rp 17.700 Per Dolar AS
Lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi menguat kembali ke level Rp 17.700/US$. Tren penguatan mata uang Garuda ini diperkirakan terus berlanjut pada tahun berikutnya.
Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan bertajuk Indonesia Ratings Affirmed At 'BBB/A-2'; Outlook Stable. Dilansir dari Detik Finance, S&P Global Ratings memperkirakan kurs rupiah berada di posisi Rp 17.700/US$ pada 2026, lalu menguat ke Rp 17.500/US$ pada tahun selanjutnya.
Kondisi ini berbeda dengan penutupan perdagangan pada Senin (13/7). Berdasarkan data Bloomberg, mata uang rupiah ditutup melemah sebesar 0,24% dan tertahan di posisi Rp 18.109/US$.
Di samping proyeksi mata uang, S&P Global Ratings juga mempertahankan peringkat kredit Indonesia. Rating jangka panjang berada pada level BBB, sedangkan untuk jangka pendek menetap di posisi A-2 dengan prospek atau outlook yang stabil.
Lembaga pemeringkat tersebut menilai bahwa penurunan pada sejumlah indikator fiskal maupun eksternal Indonesia saat ini hanya bersifat sementara. Indikator ekonomi tersebut berpeluang besar membaik dalam beberapa tahun ke depan.
Faktor pendorong perbaikan ini berasal dari ekspektasi kenaikan harga komoditas. Selain itu, kebijakan pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan negara turut menjadi elemen penting.
Tekanan Fiskal Bersifat Sementara
S&P tidak menampik bahwa pos fiskal dan eksternal Indonesia sempat tertekan dalam beberapa waktu terakhir. Ketegangan ekonomi tersebut dipicu oleh tingginya harga energi global serta tren kenaikan suku bunga dunia.
Faktor lain yang memberikan tekanan adalah pelemahan nilai tukar rupiah, tingginya ketidakpastian kebijakan, hingga akumulasi utang. Kendati demikian, seluruh tekanan tersebut dinilai tidak akan berjalan permanen.
Langkah taktis pemerintah dalam mengendalikan belanja negara diprediksi mampu menstabilkan situasi. Pemulihan harga komoditas juga akan membantu memperkokoh ketahanan fiskal serta eksternal Indonesia dalam jangka panjang.
"Pada 13 Juli 2026, S&P Global Ratings menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Outlook peringkat jangka panjang tetap stabil," tulis laporan S&P, Senin (13/7/2026).
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow