Sopir Travel Bunuh Wanita Asal Wajo dan Buang Jasad di Morowali
Paramita Titania Angelica (26), perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dibunuh oleh sopir travel bernama Alber Bin Markus Pagga (37) pada 22 Juli 2024 saat perjalanan ke Morowali, Sulawesi Tengah.
Korban ditemukan dalam kondisi tulang belulang di dasar jurang kawasan Jalur Seba-Seba, Morowali, setelah hampir dua tahun hilang.
Pelaku menghabisi nyawa korban dengan memukul bagian belakang leher menggunakan kunci roda. Setelah itu, jenazah dibungkus dengan hammock dan karung lalu dibuang ke jurang.
Selain membunuh, Alber juga mengambil barang berharga korban seperti handphone dan dua kartu ATM, kemudian menguras isi rekening korban hingga sekitar Rp 62 juta.
Kakak korban, Nadia, menyatakan bahwa pelaku dan korban tinggal satu kampung di Desa Bottodongga, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, dan baru saling mengenal.
"Kalau bagi saya tidak masuk akal itu penghinaan sebagai motif. Kalau mau itu diusut atau dikata-katai, pasti langsung dibunuh dan pin ATM tidak akan ketahuan," ujar Nadia dilansir detikSulsel.
Kasat Reskrim Polres Morowali, AKP Wawan Kurnadi, menyampaikan bahwa pembunuhan terjadi sekitar pukul 16.30 WITA saat korban dan pelaku dalam perjalanan ke Morowali.
"Terduga pelaku menghantam korban menggunakan kunci roda di bagian belakang leher sebanyak satu kali," kata AKP Wawan kepada Kumparan.
Setelah membuang jenazah, pelaku melarikan diri ke Papua selama sekitar satu tahun sebelum bersembunyi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Pada 8 Agustus 2026, polisi menangkap Alber di Dusun Mao, Desa Buttuada, Kalumpang, Mamuju, berdasarkan informasi dari Kasat Reskrim Polres Wajo.
Kapolres Wajo, AKBP Douglas Mahendrajaya, menyatakan bahwa pelaku mengakui perbuatannya dan motif pembunuhan adalah sakit hati karena korban sempat memaki adik pelaku.
"Motifnya sakit hati di mana dari pengakuan pelaku, bahwa korban sempat memaki adik pelaku yang kemudian memicu emosi pelaku," ujar AKBP Douglas saat rilis di Mapolres Wajo.
Polisi menemukan barang bukti milik korban seperti celana pendek, pakaian dalam, anting, gelang, dan cincin emas saat proses penyelidikan.
Jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit untuk proses autopsi guna memastikan penyebab kematian dan mendukung penyidikan.
Polisi kini terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow