Sona Maesana Tekankan Kemitraan UMKM dalam Investasi di Maluku Utara
Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Sona Maesana, membuka kegiatan Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional di Kota Ternate, Maluku Utara, Selasa (1/9/2026), guna memperkuat kemitraan antara pelaku usaha besar dengan UMKM lokal. Realisasi investasi di Maluku Utara pada triwulan II-2026 mencapai Rp 40,2 triliun, menjadikannya sebagai lokasi investasi terbesar ketiga di Indonesia, menurut keterangan resmi yang dilansir dari Investor Daily. Secara nasional, realisasi investasi semester I-2026 telah mencapai Rp 1.010,6 triliun atau 49,5% dari target tahun ini, dengan penyerapan lebih dari 1,4 juta tenaga kerja.
Sona menjelaskan pentingnya investasi yang tidak hanya besar secara modal, tetapi juga memberikan nilai tambah dan manfaat bagi perekonomian daerah dan masyarakat.
"Keberhasilan investasi harus memberikan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok domestik, serta mendorong tumbuhnya pengusaha lokal dan UMKM," ujar Sona Maesana, Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi. Menurut Sona, pembangunan investasi harus menghubungkan usaha dengan potensi ekonomi daerah agar investasi menjadi berkualitas dan inklusif.
"Karena itu kita tidak hanya butuh investasi yang besar, tetapi juga investasi yang berkualitas, inklusif, dan terhubung dengan ekonomi daerah," tambahnya. Dia menyebutkan terdapat 34 usaha besar di Maluku Utara dengan total komitmen kemitraan sekitar Rp 7,89 triliun, di mana Rp 4,52 triliun sudah dalam kesepakatan dan realisasi mencapai sekitar Rp 3,53 triliun pada periode 2021–2026.
"Angka ini menggambarkan peluang yang sangat besar. Namun, komitmen dan kesepakatan tersebut harus terus kita kawal agar menghasilkan transaksi dan realisasi kemitraan yang nyata," ujar Sona. Sona juga menguraikan ruang kemitraan yang luas antara usaha besar dan UMKM, mulai dari penyediaan makanan, bahan baku, transportasi, hingga kebutuhan operasional industri.
"Kemitraan harus dibangun melalui hubungan yang saling membutuhkan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan," kata Sona. Ia menekankan pentingnya usaha besar membuka informasi kebutuhan pengadaan dan UMKM meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksi.
Kegiatan tersebut juga melibatkan sesi talkshow dan business matching yang mempertemukan 160 pelaku UMKM dengan tenant kawasan industri Ternate, sebagai upaya mencocokkan kebutuhan dan kapasitas usaha secara langsung.
Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Delfinur Rizky Novihamzah, menegaskan bahwa pemerintah mendorong realisasi kemitraan yang konkret dan memastikan prosesnya dipantau dengan baik. "Pemerintah pusat dan daerah memastikan proses kemitraan dapat direalisasikan, dipantau dan dikawal dengan baik," ujar Delfinur. Sona menegaskan investasi di Maluku Utara harus tidak hanya sebagai lokasi hilirisasi, tetapi menjadi tempat tumbuhnya pemasok lokal, pengusaha baru, tenaga kerja terampil, dan UMKM kuat.
"Investasi yang berhasil adalah investasi yang tumbuh bersama daerah tempat investasi tersebut dijalankan," pungkas Sona Maesana.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow