SKK Migas Percepat Produksi North Hub Development Kuartal IV 2028

Smallest Font
Largest Font

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mempercepat pengembangan North Hub Development Project senilai US$ 15 miliar yang ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal IV-2028, dilansir dari Investor Daily. Proyek strategis nasional ini diproyeksikan menghasilkan gas sebesar 1.000 juta kaki kubik per hari dan kondensat 80.000 barel per hari, serta membuka sedikitnya 8.000 lapangan kerja. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyatakan bahwa produksi dari North Hub Development Project akan menjadi penopang utama pencapaian target nasional produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari dan gas 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030.

"Kita berharap proyek ini tidak hanya membantu, tetapi menjadi mesin penggerak utama dalam mencapai target produksi nasional di 2030 yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari," ujar Djoko saat acara pemotongan baja perdana fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

North Hub Development Project adalah proyek hulu migas laut dalam yang mengintegrasikan pengembangan Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur. Total investasi proyek mencapai US$ 15 miliar, terdiri dari US$ 3 miliar untuk pembangunan FPSO dan US$ 12 miliar untuk belanja modal pengembangan lapangan. Saat ini pembangunan FPSO telah memasuki tahap konstruksi ditandai dengan pemotongan baja pertama bagian topside di Tanjung Balai Karimun.

Djoko menilai besarnya investasi mencerminkan tingginya daya tarik sektor hulu migas Indonesia bagi investor global dan keterlibatan industri fabrikasi dalam negeri menunjukkan kapasitas nasional dalam mengerjakan proyek migas berteknologi tinggi. "North Hub Development Project Selat Makassar ini merupakan proyek strategis nasional hulu migas, yang pengembangannya tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kapasitas industri fabrikasi lepas pantai di dalam negeri," jelas Djoko.

Direktur Eni North Ganal Ltd, Mirko Araldi, menegaskan komitmen perusahaan untuk mencapai target produksi perdana pada kuartal IV-2028. "Keberhasilan proyek memasuki tahap konstruksi merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung penyediaan pasokan energi yang andal bagi Indonesia," ujar Mirko. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menegaskan akan terus mendorong percepatan pengembangan lapangan migas strategis, terutama sumber daya gas yang penting sebagai energi transisi menuju sistem energi lebih bersih.

Ketepatan penyelesaian pembangunan North Hub dinilai sebagai faktor penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target produksi migas Indonesia pada 2030.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed