Saham Amazon Melonjak Rombak Kinerja Wall Street Pada Akhir Juli 2026
Lonjakan saham Amazon menjadi pendorong utama penguatan indeks-indeks di bursa saham Wall Street pada penutupan perdagangan Jumat (31/7/2026). Dikutip dari Investor Daily, pergerakan positif ini sekaligus mempertahankan reli indeks Dow Jones selama empat bulan berturut-turut. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 276,97 poin atau 0,53% ke posisi 52.485,03.
Pada saat yang sama, S&P 500 menguat 0,7% menuju level 7.489,72 dan Nasdaq Composite bertambah 1% hingga menyentuh 25.373,85. Aksi beli investor di pasar saham terjadi bersamaan dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Imbal hasil obligasi tenor 30 tahun melambung ke level 5,25% yang menjadi posisi tertinggi sejak 2007.
Sementara itu, obligasi tenor 10 tahun sempat menyentuh 4,7%.
Kenaikan imbal hasil tersebut dipicu keraguan pelaku pasar terhadap komitmen Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai pengendalian inflasi. Pernyataan Warsh yang menyebutkan bahwa tidak ada tongkat ajaib untuk menekan tekanan harga dinilai kurang memberikan ketenangan bagi pasar.
Chief Equity Strategist US Bancorp Asset Management Terry Sandven menilai pergerakan imbal hasil obligasi mendekati 5% berisiko menekan valuasi saham. Menurut Terry Sandven, dinamika pasar saat ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi para investor. Ia mencatat inflasi yang stabil dan kinerja emiten yang solid menjadi penopang utama pasar. Namun, ketegangan di Timur Tengah terus mengerek harga minyak bumi hingga berisiko memicu tekanan inflasi susulan.
Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat terangkat 1,3% menjadi US$84,67 per barel. Sejalan dengan WTI, harga minyak jenis Brent menguat 1,2% ke posisi US$90,12 per barel. Laporan keuangan emiten teknologi berkapitalisasi besar memberikan dorongan signifikan terhadap sentimen positif pasar. Saham Amazon melonjak hingga 15% setelah mencatatkan kinerja pendapatan kuartal II yang melampaui estimasi analis.
Pertumbuhan pesat unit bisnis komputasi awan Amazon memperkuat keyakinan investor terhadap potensi prospek investasi kecerdasan buatan. Tren ini turut melanjutkan reli pasar yang sebelumnya dipimpin oleh Microsoft. Saham Microsoft sempat meroket 16% berkat lonjakan pendapatan bisnis Azure yang berada di atas ekspektasi pasar.
Kenaikan tersebut berhasil memulihkan posisi Dow Jones yang sempat mencatat penurunan harian cukup tajam pada hari sebelumnya. Sebaliknya, saham Apple terkoreksi lebih dari 7%. Meskipun total pendapatan kuartal III fiskal melampaui estimasi berkat kenaikan penjualan iPhone sebesar 22%, kinerja segmen layanan yang berada di bawah ekspektasi menekan pergerakan sahamnya.
Secara akumulasi mingguan, indeks Dow Jones dan S&P 500 mencatatkan kenaikan sekitar 1%, sedangkan Nasdaq menguat 1,6%. Dalam perhitungan bulanan sepanjang Juli, Dow Jones tumbuh 0,3%, S&P 500 terkikis tipis 0,1%, dan Nasdaq terkoreksi 3,2%.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow