Rupiah Berpotensi Melemah akibat Konflik Timur Tengah dan Defisit PDB

Smallest Font
Largest Font

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diprediksi berisiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan Selasa, 25 Agustus 2026. Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh meningkatnya suhu geopolitik di Timur Tengah serta pelebaran defisit transaksi berjalan domestik pada triwulan II 2026.

Pada perdagangan Senin sore, 24 Agustus 2026, kurs rupiah ditutup melemah 27 poin atau 0,15 persen ke tingkat Rp 17.721 per dolar AS. Posisi tersebut merosot dari penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 17.694 per dolar AS, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Pergerakan mata uang domestik diproyeksikan masih dibayangi ketidakpastian global dan sentimen negatif dari dalam negeri.

"Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah bakal fluktuatif namun diprediksi melemah di rentang Rp 17.920 - Rp 17.970 per dolar AS," kata Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi.

Ibrahim memaparkan bahwa eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu ancaman sanksi ekonomi baru yang dapat memunculkan lonjakan harga energi global. Kondisi ini berisiko menaikkan angka inflasi, yang kemudian mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve.

Situasi pasokan energi sempat direspons oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohsen Rezaee. Ia menyatakan bahwa ekspor minyak dapat kembali terhambat melalui Selat Hormuz apabila perang ekonomi terus berlanjut. Meski demikian, pihak Iran dilaporkan telah memberikan izin melintas bagi sejumlah kapal tanker minyak Irak atas permintaan pemerintah Baghdad.

Dari faktor domestik, pelaku pasar merespons negatif laporan defisit transaksi berjalan Indonesia yang melonjak menjadi US$ 12,5 miliar atau setara 3,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada triwulan II 2026. Lonjakan ini cukup signifikan dibandingkan defisit triwulan I 2026 yang sebesar US$ 3,6 miliar atau 1 persen PDB, yang salah satunya disebabkan oleh peningkatkan impor minyak seiring tingginya harga minyak dunia.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed