Robot LASSIE Temukan 60 Juta Sarang Ikan Es di Antartika
Sebuah robot bawah laut bernama LASSIE mengonfirmasi keberadaan koloni raksasa ikan es di perairan Antartika. Eksplorasi tersebut mencatat sekitar 60 juta sarang aktif di dasar Laut Weddell. Kawasan perkembangbiakan spesies Jonah's icefish (Neopagetopsis ionah) ini membentang seluas 240 kilometer persegi.
Luas wilayah tersebut diperkirakan hampir setara dengan luas negara Malta, seperti dilansir dari Detik iNET. Spesies unik ini tidak memiliki hemoglobin, sehingga darahnya terlihat nyaris transparan. Ciri fisik tersebut membedakannya secara signifikan dari mayoritas hewan bertulang belakang lainnya di bumi.
Kendaraan otonom LASSIE (Low-Altitude Survey System for Icefish) menjelajahi wilayah dekat Filchner Ice Shelf selama 48 jam. Robot ini bertugas memantau kondisi koloni pada kedalaman 420 hingga 535 meter.
"LASSIE menghabiskan 48 jam memantau dasar laut di bawah Filchner Ice Shelf dan mengonfirmasi bahwa koloni dengan sekitar 60 juta sarang aktif masih tetap berada di sana," demikian laporan Alfred Wegener Institute (AWI) yang dikutip Daily Galaxy. Penemuan awal lokasi ini dilakukan kapal riset Polarstern pada Februari 2021 memakai kamera OFOBS. Tim peneliti merekam lebih dari 10.000 sarang hanya dalam kurun waktu beberapa jam penyelaman pertama.
"Kami memperkirakan hanya akan melihat dasar laut Antartika seperti biasa. Namun, selama empat jam pertama penyelaman, yang kami lihat tidak lain hanyalah sarang-sarang ikan," kata Autun Purser, ahli biologi laut AWI yang memimpin penelitian awal.
Peran Penting Ekosistem Laut Weddell
Selain mengabadikan gambar, LASSIE mengukur parameter lingkungan seperti suhu, kadar garam, oksigen, dan arus laut. Data ini krusial untuk mengevaluasi dampak perubahan iklim terhadap habitat laut es. Kawasan ini berada di aliran massa air dalam yang bersuhu sedikit lebih hangat dekat titik beku.
Lingkungan khusus ini mendukung proses bertelur serta perlindungan embrio ikan es secara optimal. Penyebaran puluhan juta sarang menjadikan spesies ini komponen penting dalam rantai makanan lokal. Wilayah tersebut juga menjadi area berburu utama bagi populasi anjing laut Weddell.
Alat pelacak menunjukkan sekitar 90 persen aktivitas menyelam anjing laut terfokus di area sarang aktif ini. Kondisi tersebut membuktikan keterkaitan erat antara predator dan koloni ikan.
Besarnya biomassa di kawasan tersebut mendorong penguatan usulan pembentukan Marine Protected Area (MPA). Status kawasan perlindungan laut dinilai penting guna menghindarkan ekosistem Laut Weddell dari eksploitasi manusia di masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow