Rencana Pengetatan Selat Hormuz oleh Iran Melonjakkan Harga Minyak
Rencana pemerintah Iran untuk memperketat persyaratan lalu lintas kapal di Selat Hormuz telah memicu kenaikan harga minyak mentah dunia pada Jumat (7/8/2026), di tengah rapuhnya hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat. Kenaikan harga pasar energi global ini tecatat signifikan setelah perdagangan pekan ini ditutup memerah, sebagaimana dilansir dari Detik Finance. Minyak mentah jenis Brent mengalami peningkatan harga sebesar 3,8 persen hingga mencapai US$ 82,49 per barel, sementara jenis West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 2,8 persen ke level US$ 77,29 per barel.
Lonjakan ini merespons penurunan harga sekitar 8 persen pada pekan yang sama, yang sebelumnya dipicu oleh pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengenai potensi kesepakatan pembukaan akses pergerakan di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Iran dan Oman dilaporkan tengah menyusun skema rute transit baru, di mana jalur masuk akan melalui perairan Iran dan jalur keluar memanfaatkan perairan Oman. Laporan media pemerintah Iran, Fars, mengungkapkan bahwa rancangan awal yang memuat aturan ketat bagi perlintasan kapal di Selat Hormuz saat ini sedang disimak oleh komite parlemen Iran.
Aturan tersebut memuat larangan melintas bagi armada kapal milik Amerika Serikat dan Israel, serta kewajiban pembayaran ganti rugi bagi negara-negara yang dinilai merugikan Iran dengan denda sanksi sebesar 20 persen dari nilai kargo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow