PT Wirakarya Sakti dan BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Jambi
PT Wirakarya Sakti (WKS) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi dengan mengerahkan sumber daya manusia dan operasi modifikasi cuaca hingga 30 Agustus 2026. PT WKS menurunkan 31 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) beserta sarana dan peralatan pemadaman untuk membantu memadamkan api di Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Selain itu, BNPB mengoperasikan lima pesawat untuk penyemaian awan menggunakan 10 ton garam guna memicu hujan di wilayah yang berpotensi karhutla di Provinsi Jambi.
Head Fire Operation Management PT WKS, Destian Nori, mengatakan dukungan ini sebagai komitmen perusahaan memperkuat sinergi dengan Satgas Karhutla dan pihak terkait di lapangan.
"WKS akan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, baik personel, peralatan, maupun dukungan mobilisasi sesuai dengan kebutuhan di lapangan," ujar Destian. Menurut Destian, sebanyak 78 personel dari berbagai unsur seperti masyarakat, Manggala Agni, BNPB, PetroChina, TNI, Polri, serta RPK PT WKS terlibat dalam pemadaman karhutla di Desa Pandan Sejahtera.
Destian menegaskan koordinasi lintas pihak sangat penting untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dalam penanganan kebakaran. "Tim terus berkoordinasi dan melakukan penyisiran pada area terdampak. Setiap titik api maupun bara yang masih ditemukan segera ditangani agar tidak berkembang kembali," tambahnya.
Kolonel Inf Agus Marsanto dari BNPB menjelaskan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan C208B PK-ALA untuk penyemaian garam di awan yang berpotensi hujan. "Untuk saat ini sudah ada 10 ton garam, tetapi yang ada di posko itu tiga ton," kata Agus. Agus menyebut tidak terdapat kendala dalam pelaksanaan operasi yang mencakup hampir seluruh wilayah Jambi kecuali Kabupaten Kerinci yang potensi hujannya sudah cukup tinggi.
Pelaksanaan OMC tahap pertama direncanakan berlangsung hingga 30 Agustus 2026 dan bisa diperpanjang berdasarkan evaluasi kondisi atmosfer dan hasil misi.
"Ada kemungkinan ditambah OMC. Itu nanti berdasarkan dinamika yang ada dan evaluasi OMC yang telah dilakukan, itu kemungkinan dilanjutkan ataupun dialihkan," ujar Agus. Anggota DPRD Jambi dari Partai Perindo, Efendi Alung, menekankan pentingnya penanganan karhutla yang komprehensif dan lintas sektoral untuk mengurangi dampak serius kabut asap bagi kesehatan masyarakat.
"Pembagian masker ini adalah langkah darurat untuk mengurangi dampak langsung ke masyarakat. Tetapi penanganan karhutla harus dilakukan secara komprehensif, lintas sektoral, dan berkelanjutan," kata Efendi.
Efendi mengingatkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penegak hukum, dunia usaha, dan masyarakat mutlak diperlukan untuk pencegahan, patroli, pemadaman, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow