Program Biodiesel B50 Pacu Kebutuhan Truk Niaga Sektor Perkebunan
Implementasi program biodiesel B50 diproyeksikan memberikan prospek positif bagi industri kendaraan niaga di Indonesia. Peningkatan kebutuhan bahan bakar nabati ini diperkirakan memicu aktivitas di sektor perkebunan kelapa sawit, logistik, hingga distribusi, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Kamis (6/8/2026).
Lonjakan aktivitas pada rantai pasok biodiesel tersebut secara langsung berdampak pada peningkatkan kebutuhan armada transportasi niaga. Sektor perkebunan menjadi salah satu area utama yang memperoleh dampak positif dari kebijakan ini karena perannya sebagai penyedia bahan baku utama.
Sektor perkebunan mencatatkan porsi penggunaan armada yang signifikan dalam operasional bisnisnya. Selain itu, sektor logistik hingga saat ini masih memegang peranan sebagai pengguna terbesar kendaraan niaga di pasar domestik.
Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Aji Jaya menyampaikan bahwa sektor perkebunan memiliki potensi besar dalam memanfaatkan penerapan kebijakan baru ini.
"Sektor perkebunan menjadi salah satu segmen yang berpotensi memperoleh manfaat langsung dari implementasi B50, karena merupakan pemasok utama bahan baku biodiesel," kata Aji Jaya, Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB).
Penggunaan armada di kawasan perkebunan menyumbang porsi yang cukup besar terhadap total populasi kendaraan niaga yang beroperasi saat ini.
"Sekitar 20% kendaraan Mitsubishi Fuso saat ini digunakan di sektor perkebunan, sementara sektor logistik masih menjadi pengguna terbesar armada Fuso," ujar Aji Jaya, Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB).
Peningkatan aktivitas distribusi bahan baku kelapa sawit menuju fasilitas pengolahan biodiesel diprediksi akan terus memperkuat permintaan pasar terhadap pasokan truk niaga secara berkelanjutan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow