Presiden Prabowo Subianto Targetkan Swasembada dan Indonesia Terkaya Keempat
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengejar target swasembada pangan dan mempersiapkan bangsa menghadapi prediksi global yang menempatkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi keempat terbesar di dunia pada 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin kegiatan Panen Raya TNI Terintegrasi dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Landasan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juli 2026.
Prabowo Subianto menjelaskan bahwa berbagai pakar dunia telah memproyeksikan posisi ekonomi Indonesia akan melampaui sejumlah negara maju seperti Jepang, Inggris, Prancis, dan Brasil dalam beberapa dekade mendatang.
"Saudara-saudara, banyak pakar di dunia sudah meramalkan bahwa pada tahun 2045 sampai 2050, Indonesia akan menjadi negara keempat terbesar dan terkaya di dunia," kata Prabowo saat memimpin Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Menurut laporan Detikcom, kepala negara menguraikan peta persaingan ekonomi global di mana China diproyeksikan memimpin, diikuti Amerika Serikat dan India, sebelum posisi India kembali naik pada tahun 2075.
"Tahun 2050 China nomor satu, Amerika nomor dua, India nomor tiga, Indonesia nomor empat. Nanti tahun 2075 India naik. Kita? Kita okelah ya, keempat di dunia, boleh tidak?" ujar Prabowo di hadapan para hadirin.
Pemerintah menilai pengentasan kemiskinan ekstrem dan kelaparan pada generasi muda yang saat ini masih duduk di sekolah dasar menjadi fondasi utama untuk mencapai target 25 tahun ke depan tersebut.
"Tahun 2050 itu 25 tahun lagi. Jadi anak-anak yang sekarang berumur 10 tahun, yang masih di SD, nanti 25 tahun lagi mereka berumur 35 tahun. Merekalah yang akan memimpin bangsa Indonesia.
Jadi kalau kita sekarang tidak mengurus anak-anak itu, bagaimana kita bisa menjadi negara keempat terbesar di dunia? Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan," tegas Prabowo.
Sektor pertanian menjadi pilar utama perkuatan ini, di mana target swasembada pangan dilaporkan telah tercapai dan kini dilanjutkan dengan program peningkatan produktivitas, termasuk percepatan peremajaan perkebunan tebu.
"Menteri Pertanian melaporkan kepada saya, program kita sekarang adalah 100.000 hektar per tahun, dan dengan demikian akan dicapai dalam 4 tahun," kata Prabowo dalam acara panen raya bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/6/2026).
Merujuk pemberitaan Kompas.com, estimasi waktu tersebut dipangkas setelah adanya koordinasi langsung dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menyatakan kesiapan target dua tahun.
"Tapi setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, 'Pak, kita bisa dalam 2 tahun'," ucap Prabowo lagi.
Presiden mengingatkan seluruh jajaran menteri dan pejabat tinggi negara untuk menjaga kesehatan di tengah ritme kerja yang tinggi demi mengejar target kesejahteraan masyarakat.
"Saya bilang bagus. Tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji? 2 tahun tapi you enggak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau," kata Prabowo.
Prabowo menambahkan bahwa penurunan kondisi fisik akibat kelelahan kerja telah dialami beberapa pejabat karena beban tugas yang besar dalam mengelola kekayaan negara untuk rakyat.
"Ya menteri-menteri, jenderal-jenderal jangan, jangan ambruk. Kalau mau ilmu nanti saya kasih ilmu. Tentara itu pintar cari waktu istirahat ya," tutur dia.
Banyak jajaran pemerintahan yang harus mendapatkan perawatan medis akibat bekerja melampaui batas waktu normal tanpa istirahat yang cukup demi mengejar sasaran pembangunan.
"Banyak pejabat tinggi negara, menteri-menteri, kepala badan, terus terang saja yang ambruk masuk rumah sakit karena kerja keras. Kita mengejar sasaran-sasaran. Kita sadar bahwa rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan negara kaya seperti kita," tutur Prabowo.
Di sisi lain, dilansir dari Warta Ekonomi, Presiden menanggapi kritik mengenai tingginya harga beras di pasaran dengan menekankan pentingnya keseimbangan pendapatan yang layak bagi para petani lokal.
"Saya bangga dengan petani-petani Indonesia!" kata Prabowo.
Kepala negara memberikan respons langsung terhadap pandangan publik mengenai nilai jual komoditas pangan utama tersebut di tingkat konsumen.
"Yang mengatakan beras mahal, suruh ikut tanam beras!" ujar Prabowo.
Masyarakat diminta untuk melihat seluruh rangkaian proses produksi yang berat sebelum padi dapat dipanen dan dikonsumsi.
"Kalau petani beras enggak dapat penghasilan tinggi, suruh mereka tanam sendiri. Suruh tanam sendiri. Wenak aja," kata Prabowo.
Upaya penguatan ketahanan pangan ini ditegaskan sebagai tanggung jawab kolektif yang melibatkan kolaborasi lintas sektor antara kementerian, TNI, Polri, serta partisipasi aktif masyarakat luas.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow