Prabowo Subianto Resmi Meluncurkan Biodiesel B50 di Jawa Barat

Smallest Font
Largest Font

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi meluncurkan implementasi bahan bakar minyak (BBM) baru jenis solar campuran 50 persen minyak sawit atau Biodiesel (B50) di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, pada Kamis (9/7/2026), demi menunjang kemandirian energi nasional.

Peluncuran program mandatori ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan tersebut, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Senin (13/7/2026). Penerapan B50 ini diklaim mampu menyetop seluruh aktivitas impor BBM jenis solar dari luar negeri untuk kebutuhan domestik.

"Saudara sekalian dengan diluncurkannya program ini Indonesia resmi jadi negara pertama di dunia yang terapkan mandatori biodiesel B50," ujar Prabowo dikutip Senin, (13/7/2026).

Kepala Negara menegaskan bahwa pemanfaatan kekayaan alam ini menjadi bukti nyata kemampuan bangsa dalam mengelola sumber daya demi kepentingan rakyat. Hilangnya ketergantungan terhadap pasokan solar impor dinilai sebagai sebuah pencapaian yang signifikan.

"Tapi menteri saya yakinkan saya dengan adanya B50 saja kita tak impor solar lagi dari luar negeri. Jadi ini adalah suatu prestasi bangsa luar biasa," ujar Prabowo.

Kebijakan harga untuk komoditas baru ini dipastikan tidak akan membebani masyarakat pengguna solar bersubsidi. Pemerintah memutuskan untuk mempertahankan nominal jual yang sama dengan era penerapan bahan bakar generasi sebelumnya.

"Untuk B50, ini untuk konsumsi domestik khususnya yang kena subsidi, kepada saudara-saudara kita yang kena subsidi tetap harganya Rp 6.800. Jadi tidak ada penambahan harga," beber Bahlil di Rest Area KM 57, Tol Japek, Karawang, Jawa Barat, dikutip, Senin (13/7/2026).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga jual B50 di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina tetap senilai Rp 6.800 per liter melalui skema subsidi. Guna melancarkan masa peralihan, pemerintah memberlakukan waktu transisi selama tiga bulan agar sisa stok B40 dapat dihabiskan.

Distribusi bahan bakar ramah lingkungan ini dilaporkan sudah menjangkau lebih dari separuh jaringan SPBU milik badan usaha milik negara tersebut. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyatakan pasokan B50 kini telah tersebar di beberapa pulau besar.

"57% SPBUnya Pertamina udah ada. Itu di Jawa, Sumatera, terus sebagian Sulawesi ada. Jadi mulai menyebar. Tapi Pertamina sudah melaporkan tadi bahwa 57% sudah tersalurkan," beber Eniya di lokasi yang sama.

Penetapan masa transisi selama tiga bulan diatur lewat Keputusan Menteri berdasarkan kesiapan teknis para pelaku usaha minyak dan gas. Waktu tersebut disesuaikan dengan kapasitas pembersihan tangki penyimpanan sisa pasokan terdahulu serta proses pencampuran bahan bakar.

"Pertamina perlu berapa bulan menyelesaikan stok B40, Nah jawabannya adalah dua bulan. Dan untuk yang BBM yang lain kan ada 34 badan usaha blending-nya. Itu memerlukan waktu tiga bulan.

Tiga something, tiga bulan. Makanya kita tertulis di Kepmen kan ada masa transisi," beber Eniya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed