ESDM Targetkan Seluruh SPBU Salurkan Biodiesel B50 Mulai Oktober 2026
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia menyalurkan biodiesel B50 paling lambat pada 1 Oktober 2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Senin (20/7/2026).
Pemerintah memberikan masa transisi selama tiga bulan sejak implementasi mandatori B50 resmi dimulai pada 1 Juli 2026. Penyaluran B50 dilakukan secara bertahap guna memberi waktu bagi badan usaha menghabiskan stok B40 dan menyesuaikan proses pencampuran.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menegaskan komitmen pemerintah dalam mengejar tenggat penyaluran penuh tersebut di seluruh wilayah nasional.
"Target saya adalah 1 Oktober sudah full B50 di semua titik (SPBU)," kata Eniya di Jakarta.
Pemerintah memanfaatkan masa transisi tiga bulan untuk memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai skenario. Evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program B50 dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun.
"Nanti di Desember yang selama empat bulan ini, pertama kita lihat transisi, apakah bisa berjalan dengan baik atau tidak. Apakah semua bisa dalam waktu tiga bulan itu menyelesaikan semua full B50," ujarnya.
Catatan Kementerian ESDM menunjukkan sebanyak 57 persen SPBU di Indonesia telah menyalurkan B50. Kebijakan mandatori B50 bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional serta memangkas ketergantungan pada bahan bakar fosil impor.
Penerapan B50 pada 2026 diproyeksikan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton CO₂ ekuivalen. Capaian pencapaian lingkungan ini melampaui hasil implementasi program B40 yang berjalan pada tahun 2025.
Selain manfaat lingkungan, penghematan devisa negara diperkirakan mencapai Rp 170 triliun sepanjang 2026 berkat penurunan impor solar. Kebijakan ini sekaligus mendorong nilai tambah industri minyak sawit mentah (CPO) dan berpotensi menyerap 2,1 juta tenaga kerja.
Melalui kebijakan ini, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang mewajibkan pencampuran biodiesel 50 persen ke dalam solar. Langkah ini melanjutkan rekam jejak pengembangan biodiesel nasional dari B30, B35, hingga B40.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow