Presiden Prabowo Subianto Instruksikan Percepatan Program Biodiesel B60 pada 2028

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program mandatori biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (9/7/2026), sekaligus menginstruksikan jajaran menteri untuk segera mempersiapkan transisi menuju biodiesel B60.

Peluncuran secara simbolis ini menandai peningkatan kadar bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit setelah kebijakan tersebut resmi berlaku secara nasional sejak 1 Juli 2026 berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026. Dilansir dari Detik Oto, langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi penguatan ketahanan energi nasional dan pengurangan ketergantungan pada solar konvensional.

Kepala Negara memberikan apresiasi tinggi kepada para akademisi serta jajaran badan usaha milik negara yang terlibat dalam pengembangan bahan bakar ini, serta mendesak agar riset tidak berhenti di tingkat campuran saat ini.

"Terima kasih para ilmuwan dari kampus-kampus. Teruskan pengkajian ini. Terima kasih Pertamina dan semua jajaranmu.

Ya, teruskan jangan berhenti di B50. Kalau bisa B60, bulan apa B60?" kata Prabowo di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang turut mendampingi Presiden dalam agenda peresmian tersebut langsung memberikan respons mengenai kepastian target kelanjutan program bahan bakar nabati itu.

"2028," jawab Bahlil.

B50 diformulasikan melalui pencampuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) hasil olahan minyak kelapa sawit mentah dengan 50 persen solar konvensional, melanjutkan tahapan mandatori yang sebelumnya berjalan dari B20 hingga B40. Pemerintah memberikan tenggat waktu transisi hingga 30 September 2026 bagi badan usaha niaga migas untuk menghabiskan sisa stok B40, sehingga seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum dapat mendistribusikan B50 secara penuh per 1 Oktober 2026.

Guna mendukung kelancaran distribusi awal, PT Pertamina Patra Niaga telah mengalokasikan 37,92 juta liter B50 ke 29 unit dari total 126 terminal bahan bakar yang dikelolanya di berbagai wilayah Indonesia. Perusahaan juga telah menyesuaikan kesiapan infrastruktur pasokan dari Terminal Bahan Bakar Minyak hingga ke level hilir seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum dan Agen Premium Minyak Solar.

Implementasi kebijakan baru ini diproyeksikan membawa dampak ekonomi substansial dengan potensi penghematan devisa negara mencapai Rp 170 triliun pada 2026, meningkat dibandingkan penghematan program B40 pada 2025 yang tercatat sebesar Rp 133,3 triliun. Selain itu, program ini diperkirakan mendongkrak nilai tambah minyak kelapa sawit mentah menjadi Rp 23,49 triliun, menyerap 2,1 juta tenaga kerja, serta mereduksi emisi gas rumah kaca hingga 44,46 juta ton karbon dioksida.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed