Pos Indonesia Gagal Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp24,11 Miliar

Smallest Font
Largest Font

Kewajiban pembayaran imbal hasil Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2024 Seri A-C ke-6 gagal dipenuhi oleh PT Pos Indonesia (Persero) pada Selasa, 7 Juli 2026. BUMN tersebut mengalami kendala likuiditas sehingga tidak mampu menyetor dana tepat waktu.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari Detik Finance, jumlah kewajiban imbal hasil yang jatuh tempo tersebut bernilai Rp24,11 miliar. Akibat ketidakmampuan bayar ini, perseroan telah melayangkan surat permohonan penundaan pembayaran kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Manajemen Pos Indonesia mengonfirmasi adanya keterbatasan finansial ini dalam keterbukaan informasi resmi perusahaan.

"Sampai batas waktu yang telah ditentukan, PT Pos Indonesia (Persero) tidak dapat melaksanakan kewajiban pembayaran imbal jasa sukuk jarah berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I tahun 2024 Seri A-C ke-6," tulis Manajemen Pos Indonesia.

Dalam laporan tersebut, pihak pengelola juga membeberkan faktor utama yang menghambat pemenuhan kewajiban bagi para pemegang sukuk tersebut.

"Adapun penyebab PT Pos Indonesia (Persero) tidak dapat melaksanakan kewajiban pembayaran imbal jasa sukuk tersebut adalah karena kondisi kas Perusahaan yang saat ini tidak memungkinkan untuk dilakukan pembayaran," terang Manajemen Pos Indonesia.

Merosotnya performa keuangan perusahaan pelat merah ini terlihat dari laporan keuangan per 30 Juni 2025, di mana laba tahun berjalan anjlok menjadi Rp117,80 miliar dari sebelumnya Rp248,52 miliar pada Juni 2024.

Selain penurunan laba bersih, total liabilitas perseroan tercatat membengkak hingga mencapai Rp9,89 triliun, sementara total ekuitasnya berada di angka Rp9,02 triliun pada periode yang sama.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed