PHR Bor Sumur Appraisal MNK dan Capai Produksi Gas 700 Juta Kaki Kubik

Smallest Font
Largest Font

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menargetkan pengeboran tiga sumur appraisal minyak dan gas bumi non-konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan pada Desember 2026 sebagai kelanjutan dari temuan dua sumur eksplorasi sebelumnya.

PHR juga mencatat produksi gas di Regional 1 Sumatra mencapai 700 juta kaki kubik per hari yang menjadi urat nadi perekonomian dan menyalurkan sebagian gas ke Jawa Barat melalui jaringan pipa terintegrasi.

Direktur Utama PHR Muhammad Arifin menjelaskan perusahaan menjalankan tiga strategi utama untuk menjaga produksi migas, yakni menjaga baseline produksi lewat pengeboran masif sekitar 500 sumur di Zona Rokan, mendukung transisi energi dengan pemanfaatan energi baru terbarukan dan gas bumi, serta mengembangkan bisnis minyak nonkonvensional.

"Untuk jaga supaya tidak decline, kami agresif menjaga baseline. Pengeboran masif di PHR sekitar 500 sumur, di Zona 4 sekitar 100 sumur. Di Sumatera pengeborannya sangat banyak karena aksesnya juga lebih mudah," ujar Arifin dalam acara Media Gathering PHR, Rabu (29/7).

PHR menjadi perusahaan pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang berhasil melakukan pengeboran sumur utama MNK dan segera melanjutkan dengan tiga sumur appraisal di WK Rokan, yang akan diikuti delapan sumur demonstrasi sebelum pengembangan skala penuh.

"Kita sudah bor dua sumur dan alhamdulillah terjadi discovery. Nah mulai tahun ini kita akan lakukan pengeboran sumur appraisal lalu demonstrasi dan insyaallah kita bor beberapa sumur untuk bisa menambah pundi-pundi minyak buat PHR dan juga buat negara," kata Arifin.

Dia menambahkan pengembangan MNK diharapkan dapat menekan laju penurunan produksi migas yang secara alami bisa mencapai 30 persen per tahun tanpa pengembangan baru.

"Insyaallah teman-teman kita di Rokan tak pernah lelah berusaha menjaga decline rate jangan sampai 3 persen. Bahkan kita berharap bisa grow, increase 5 persen setiap tahun," ujar Arifin.

Untuk mempercepat pengembangan MNK, pemerintah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 246 Tahun 2026 yang memberikan fleksibilitas, insentif tambahan, dan percepatan pelaksanaan pengusahaan MNK di WK Rokan.

Selain itu, PHR juga mencatat produksi minyak mendekati 200.000 barel per hari atau sekitar 33 persen dari produksi nasional, dan produksi gas bumi yang mendukung kebutuhan energi di Sumatra dan Jawa Barat.

"Produksi gas kami juga alhamdulillah cukup banyak ya 700-an mmscfd gitu dan ini juga menjadi urat nadi perekonomian di seluruh Sumatra begitu ya," ujar Arifin pada kesempatan lain.

Arifin menekankan pentingnya sinergi antara PHR, SKK Migas, dan media untuk menjaga ketahanan energi nasional serta mempercepat potensi produksi baru di Sumatra.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed