Pemerintah Menetapkan Jakarta dan Bali Lokasi Pusat Finansial
Pemerintah menetapkan Jakarta dan Bali sebagai lokasi pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) guna menarik dana dari luar negeri, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Minggu (16/8/2026).
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan bahwa penunjukan Jakarta sebagai lokasi awal bertujuan agar lembaga keuangan tersebut dapat langsung beroperasi demi memanfaatkan momentum perekonomian.
"Lokasinya untuk awal ini memang di Jakarta dulu, kenapa? Karena Bapak Presiden ingin ini semua langsung kerja, ada momentumnya ya," ujar Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.
Sementara itu, pembangunan fasilitas di Bali memerlukan waktu tambahan untuk penyiapan infrastruktur fisik, meskipun wilayah tersebut memiliki daya tarik tinggi bagi investor global dengan potensi peningkatan sektor pariwisata.
"Kalau di Bali mereka bilang, ini eh ada plus-nya. Jadi begitu kerja, mereka juga bisa, meningkatkan pariwisata di Bali karena mereka mempunyai spending power yang cukup besar, kan, rata-rata gitu," jelas Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.
Penetapan rencana lokasi ini sebelumnya disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pengantar RUU APBN TA 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026).
"Hari ini saya umumkan rencana lokasi Indonesia PFII. Kita telah tentukan lokasi sementara PFII di Jakarta dan begitu bisa kita buka juga PFII di Bali dan mungkin ada kawasan lain di bagian lain dari Republik Indonesia yang menarik bagi dana-dana besar dari luar negeri," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa zona khusus PFII di Jakarta sudah disiapkan oleh pemerintah, tetapi rincian lokasinya akan diumumkan secara resmi oleh otoritas terkait pada Sabtu (15/8/2026).
"Sudah ada sebenarnya, tapi mungkin jangan saya yang menyampaikan. Biarlah nanti ada dari otoritasnya sendiri karena itu sebuah zona yang memang diatur khusus," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow