Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp 26 Triliun pada Semester II-2026

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Indonesia meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun pada semester II-2026 sebagai langkah terukur mengamankan arah kebijakan ekonomi nasional. Kebijakan ini disiapkan untuk memastikan mesin pertumbuhan tetap menyala dan daya beli masyarakat tetap terjaga, dilansir dari Investor Daily.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa ketangguhan ekonomi nasional saat ini menjadi modal utama pemerintah setelah tumbuh impresif sebesar 5,61% pada kuartal I-2026. Capaian tersebut ditopang oleh inflasi yang terkendali, surplus neraca perdagangan, ekspansi manufaktur, serta kuatnya permintaan domestik.

"Perekonomian Indonesia sudah dalam track yang positif. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pada semester II-2026 Pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun," tegas Airlangga dalam keterangannya pada Senin (13/7/2026).

Alokasi anggaran triliunan rupiah tersebut dirancang langsung menyentuh urat nadi perekonomian masyarakat serta dunia usaha. Paket stimulus ini difokuskan untuk bantuan pangan, stabilisasi harga, diskon transportasi, penguatan program vokasi dan magang, hingga insentif aktivitas usaha.

Langkah jangka pendek ini berjalan beriringan dengan rancangan besar dalam postur APBN 2027. Pada tahun depan, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di level 5,8–6,5% dengan inflasi dijaga ketat pada kisaran 1,5–3,5% dan defisit anggaran di level 1,8–2,4% terhadap PDB.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa fokus alokasi belanja negara tahun 2027 diarahkan pada ketahanan pangan, energi, infrastruktur, dan perlindungan sosial sebagai wujud keberpihakan kepada masyarakat.

"APBN 2027 bukan sekadar dokumen keuangan negara. APBN adalah instrumen perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat fondasi ekonomi nasional, dan memastikan setiap kebijakan berpihak pada kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," ujar Presiden Prabowo di Jakarta pada Minggu (12/7/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut menyatakan optimisme terhadap target pertumbuhan ekonomi hingga 8% yang diincar pemerintah. Peningkatan tersebut ditargetkan dapat dicapai secara bertahap melalui dorongan investasi, ekspor, dan peningkatan produktivitas nasional.

"Ketika global gonjang-ganjing saja kita masih bisa tumbuh 5,61%, ini kan mesin pertumbuhan ekonomi baru dipanaskan," pungkas Purbaya.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed