Lembaga Pemeringkat Respon Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo
Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings dan Moody's Ratings memberikan tanggapan atas pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia pada Senin (27/7/2026). Dilansir dari Investor Daily, keputusan mendadak tersebut berpotensi memicu volatilitas pasar meski tidak berdampak langsung pada peringkat kredit Indonesia.
Perry Warjiyo mengundurkan diri secara mengejutkan sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei 2028. Untuk mengisi kekosongan, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti ditunjuk menjalankan tugas kepemimpinan lembaga sentral tersebut untuk sementara waktu.
Sovereign Analyst S&P Global Ratings Rain Yin menilai langkah tersebut memunculkan ketidakpastian baru pada arah kebijakan moneter nasional.
"Yin menyebut bahwa pengumuman pengunduran diri Perry muncul saat kepercayaan pasar terhadap aset Indonesia melemah, sehingga berpotensi menekan nilai tukar rupiah dan meningkatkan biaya utang pemerintah dalam jangka pendek," ungkap Stockbit dalam catatannya, mengutip Bloomberg, Selasa (28/7/2026).
Pihak S&P mencatat bahwa risiko penurunan peringkat sovereign kredit Indonesia dapat meningkat apabila penurunan metrik fiskal serta eksternal berlanjut secara struktural, meskipun lembaga tersebut baru saja mempertahankan peringkat kredit Indonesia beberapa pekan lalu.
Sementara itu, Vice President Ratings Moody’s Martin Petch menyoroti stabilitas jangka panjang yang sangat tergantung pada kinerja Bank Indonesia ke depan.
Ia menyampaikan kepada Bloomberg bahwa dampak jangka panjang terhadap peringkat kredit Indonesia akan sangat bergantung pada kemampuan Bank Indonesia dalam menjaga kredibilitas kebijakan moneter.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow