PAPDI Sosialisasikan Pentingnya Bantuan Hidup Dasar bagi Korban Henti Jantung

Smallest Font
Largest Font

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menggelar penjelasannya mengenai penanganan kegawatdaruratan dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi masyarakat di Jakarta pada Sabtu (25/7/2026). Pertolongan melalui Resusitasi Jantung Paru (RJP) ini sangat krusial diberikan segera agar aliran darah ke otak tetap terjaga, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Ketua Badan Khusus Emergency in Internal Medicine (EIMED) PAPDI, Dr. dr. Arif Mansjoer, Sp.PD-KKV, K-IC, FINASIM, M.Epid, memaparkan pentingnya pemahaman masyarakat terkait mekanisme henti jantung.

"Bantuan Hidup Dasar adalah pertolongan yang diberikan pada seseorang yang mengalami henti jantung dan henti napas. Jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh: ke perut, kaki, tangan, hingga ke otak. Jika jantung berhenti berdetak, maka pompa darah juga berhenti.

Akibatnya, tidak ada aliran darah ke otak maupun ke organ tubuh lainnya. Itulah sebabnya seseorang yang mengalami henti jantung pasti tidak sadar, karena otaknya tidak lagi mendapat suplai darah," kata Arif Mansjoer.

Selain masalah henti jantung, penanganan pada saluran napas yang tersumbat juga harus menjadi perhatian utama saat memberikan pertolongan pertama.

"Pada kasus henti jantung, kita akan melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Sedangkan pada gangguan jalan napas, misalnya ada benda asing seperti makanan yang menyumbat saluran napas atau lainnya, sehingga seseorang tidak bisa bernapas. Keluarkan benda asing tersebut atau melakukan tindakan penyedotan bila diperlukan," ujar dr. Anastasia Asylia Dinakrisma, Sp.PD-K-Ger, FINASIM.

Penanganan terhadap korban harus dilakukan secepat mungkin mengingat jeda waktu kritis sebelum sel otak mengalami kegagalan fungsi secara permanen.

"Kita hanya memiliki waktu sekitar empat menit sebelum otak mulai mengalami kerusakan karena tidak mendapat aliran darah," kata Anastasia Asylia Dinakrisma.

Upaya memompa dada berguna untuk menyokong sirkulasi darah selagi menunggu petugas medis atau ambulans tiba di lokasi kejadian.

"Perlu diingat, sekitar empat menit tanpa aliran darah, otak mulai mengalami kerusakan. Jika berlangsung hingga sekitar 10 menit, peluang korban untuk bertahan hidup sangat kecil karena kerusakan yang terjadi sudah sangat berat," ujar Anastasia Asylia Dinakrisma.

Tantangan lalu lintas di kota besar seperti Jakarta kerap memperlambat kedatangan tim medis, sehingga keterampilan BHD dari orang sekitar sangat vital.

"Terlebih lagi di kota seperti Jakarta, di mana kemacetan sering membuat ambulans membutuhkan waktu lebih lama untuk tiba di lokasi. Kemudian korban mulai kejang-kejang. Orang-orang di sekitarnya kebingungan, "Bagaimana cara menolongnya?"

Akhirnya, dilakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP). Setelah korban sadar kembali, ia langsung diberi minum," kata Anastasia Asylia Dinakrisma.

Langkah BHD dimulai dengan memastikan keamanan lokasi kejadian sebelum mendekati korban, baik dari bahaya lalu lintas, kebakaran, maupun arus listrik.

"Intinya, kondisi harus aman sebelum kita memberikan pertolongan. Jangan langsung menghampiri korban yang masih berada di tengah jalan atau di lokasi berbahaya karena kita juga bisa menjadi korban," ujar Anastasia Asylia Dinakrisma.

Penolong selanjutnya memeriksa respons korban dengan menepuk bahu, memanggil, atau memberikan rangsangan nyeri pada jari maupun tulang dada. Jika tidak ada respons, penolong wajib menghubungi nomor darurat 119 dan menyampaikan data lokasi serta kondisi korban secara mendetail.

Pemeriksaan napas dilakukan dengan menengadahkan kepala, mengangkat dagu, serta merasakan hembusan napas. Jika korban tidak bernapas, kompresi dada dilakukan secepat 100-120 kali per menit dengan kedalaman minimal 5 cm hingga bantuan medis atau alat Automated External Defibrillator (AED) tiba. Apabila korban mulai sadar, posisikan tubuh dalam posisi pemulihan miring ke samping guna menjaga jalan napas tetap terbuka.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed