Orangtua Korban Keracunan MBG Tuntut Penjelasan dari Kepala BGN di Karo
Ratusan pelajar di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (13/8/2026), memicu tangisan Fitriani br Sijabat saat bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, di RS Efarina Etaham, Minggu (16/8/2026). Putrinya, Agnesia Paruliana br Silitonga, merupakan salah satu korban yang masih menjalani perawatan setelah mengalami gangguan kesehatan akibat dugaan keracunan MBG. Agnesia awalnya mendapat perawatan di RS Amanda Berastagi karena sesak napas dan gangguan pernapasan, lalu sempat pulang sebelum kondisinya memburuk dan dirawat kembali di RS Efarina Etaham.
Fitriani meminta penjelasan tentang racun yang menyebabkan gangguan tersebut agar pengobatan tepat dan tidak berisiko membahayakan kesehatan anaknya.
"Apa sebenarnya racun yang dimakan anak saya, agar kami tahu cara mengobatinya," ujar Fitriani. Selain itu, Fitriani juga menuntut pertanggungjawaban BGN dan meminta agar tidak hanya datang melihat tanpa memberikan keterangan jelas mengenai kondisi anak-anak mereka.
"Pertanggungjawaban yang mana yang kalian bilang, anak saya ini sebenarnya kenapa, tolong jangan cuma datang dan melihat, kasih kami keterangan yang jelas," tegas Fitriani. Sudaryono menyatakan hasil investigasi akan diumumkan secara terbuka dan BGN tidak akan menutup-nutupi penyebab kejadian tersebut.
Menurutnya, dugaan awal dari pemeriksaan mengarah pada ikan yang tidak disimpan di ruang pendingin lebih dari 12 jam, serta kelalaian fatal di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). "Hasil uji sudah ada di Dinas Kesehatan. Itu ada kelalaian yang fatal dan kita sudah lakukan penutupan dapur, dan kepala SPPG sudah kita copot," ujar Sudaryono. Kejadian ini telah membuat dapur SPPG ditutup dan kepala SPPG dicopot dari jabatan terkait kasus keracunan MBG yang berdampak pada lebih dari 300 siswa dari beberapa sekolah di Berastagi.
Hingga Minggu, sebanyak 32 pelajar masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Medan dan Berastagi, termasuk RS Efarina Etaham, RS Amanda Berastagi, RS Haji Medan, dan RS Bina Kasih Medan.
Keluarga korban masih menunggu penjelasan resmi mengenai penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami anak-anak mereka dari pihak berwenang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow