OJK Targetkan Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 250 Triliun
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan target penghimpunan dana di pasar modal melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 250 triliun sepanjang tahun 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Rabu (29/7/2026).
Hingga 30 Juni 2026, realisasi penghimpunan dana tersebut telah mencapai Rp 125,73 triliun. Meskipun kondisi pasar global menghadapi berbagai tantangan, OJK mencatat minat korporasi untuk menghimpun dana di pasar modal masih tetap terjaga.
"Kami melihat prospek penghimpunan dana hingga akhir tahun 2026 tetap positif. Meskipun kondisi pasar global masih diwarnai berbagai tantangan, minat perusahaan untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan tetap terjaga," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam keterangan tertulisnya.
Hasan menambahkan bahwa hingga 20 Juli 2026, terdapat tiga proses IPO yang sedang berjalan di pasar modal. Selain itu, terdapat dua proses penawaran umum terbatas (PUT) atau rights issue senilai Rp 6,73 triliun, serta empat penerbitan obligasi dan sukuk dengan nilai Rp 5,25 triliun.
Guna mendukung pertumbuhan tersebut, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) sedang menjalankan reformasi pasar modal. Langkah ini mencakup peningkatan kualitas emiten, penguatan likuiditas, transparansi, tata kelola, penegakan hukum, hingga perluasan basis investor untuk menciptakan fondasi pasar yang lebih kuat dan berkelanjutan.
"Reformasi ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun asing sehingga pasar modal Indonesia menjadi semakin kredibel dan kompetitif sebagai sumber pembiayaan jangka panjang," pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow