OJK Catat Penurunan Net Interest Margin Bank pada Semester I-2026

Smallest Font
Largest Font

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penurunan margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) perbankan Indonesia pada semester I tahun 2026, yakni sebesar 4,34% pada Juni 2026, turun dari 4,48% pada periode yang sama tahun sebelumnya, dilansir dari Investor Daily. Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan suku bunga dana pihak ketiga (DPK) yang lebih cepat dibandingkan suku bunga kredit, sehingga mempersempit selisih bunga dan menekan profitabilitas perbankan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan, "Penurunan NIM tersebut juga sejalan dengan tren peningkatan pada suku bunga acuan BI-Rate, yang mendorong bank untuk melakukan penyesuaian suku bunga baik DPK maupun kredit."

Dian menambahkan bahwa kenaikan suku bunga DPK lebih cepat dibandingkan kredit menyebabkan gap suku bunga perbankan menyempit, yang berdampak pada profitabilitas industri perbankan.

"Adapun peningkatan suku bunga DPK lebih cepat dibandingkan kredit, sehingga memicu penurunan gap suku bunga yang berdampak pada profitabilitas perbankan," ujar Dian. Meskipun NIM menurun, OJK memastikan tingkat profitabilitas industri perbankan masih sangat baik dan sesuai dengan kondisi perekonomian saat ini.

Dian menjelaskan bahwa kinerja NIM dipengaruhi oleh suku bunga DPK yang terkait dengan suku bunga acuan, struktur kredit, permintaan kredit, tingkat persaingan antarbank, struktur pemilik dana, serta profil risiko bank dan nasabah. "Hal ini menandakan upaya bank untuk menjaga suku bunga kredit, sehingga biaya kredit menjadi cenderung stabil dan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Dian.

OJK menilai penurunan NIM tidak menunjukkan memburuknya kondisi industri perbankan karena profitabilitas tetap baik dan penyesuaian margin terjadi di tengah perubahan suku bunga. Ke depan, OJK memproyeksikan NIM perbankan akan tetap berada pada level sehat dan moderat dengan transmisi suku bunga yang efisien. "OJK terus memantau perkembangan terkini guna memastikan industri perbankan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan yang berkelanjutan dan profitabilitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," pungkas Dian.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed