Netanyahu Tolak Rencana 15 Poin Trump untuk Gaza
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak rencana terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Gaza dalam pernyataan televisi kepada pemerintahan sayap kanan pada Minggu (09/08/2026).
Netanyahu menegaskan militer Israel tidak akan mundur sampai Hamas dilucuti senjata, meskipun serangan Israel di Gaza telah berkurang sejak awal Agustus atas tekanan AS, dilansir dari Investor Daily.
Israel mengurangi serangan sejak Senin (03/08/2026) setelah pertemuan Netanyahu dengan Nikolay Mladenov, utusan Gaza untuk Board of Peace bentukan Trump. Israel setuju militer hanya bertindak terhadap ancaman langsung dan menghentikan pembunuhan terarah harian.
Mladenov menyatakan pembahasan peta jalan baru masih berlangsung. Trump sebelumnya mengumumkan terobosan dengan kesepakatan Israel dan Hamas, termasuk penarikan pasukan Israel setelah Hamas melucuti senjata dan adanya Pasukan Stabilisasi Internasional.
Netanyahu menolak dokumen 15 poin Trump dan menegaskan militer Israel tidak akan mundur tanpa pelucutan senjata Hamas.
"Israel tidak menerima dokumen 15 poin itu," ujar Netanyahu pada awal pertemuan kabinet.
Netanyahu menambahkan, "Mereka, Amerika Serikat, memiliki gagasan. Beberapa di antaranya dapat kami terima dan beberapa lainnya tidak dapat kami terima, dan kami tahu bagaimana bersikap tegas terhadap hal-hal tersebut."
Mladenov mengatakan Israel harus menarik pasukan secara bertahap setelah senjata Hamas diambil dan dibuat tidak dapat digunakan.
Pejabat senior Hamas Basem Naim mengatakan kelompoknya tetap berkomitmen pada peta jalan yang disepakati di Kairo dan berharap AS menekan Netanyahu agar mematuhi peta jalan tersebut.
"Kami berharap para mediator dan penjamin dari AS menekan Netanyahu dan pemerintahannya agar mematuhi peta jalan serta tidak menghambat proses karena alasan politik domestik dan pemilu," ujar Basem Naim.
Menteri Keuangan Israel dari kelompok sayap kanan, Bezalel Smotrich, memberikan dukungan kepada Netanyahu.
"Kami pergi berperang dengan satu tujuan utama: menghancurkan Hamas," ujar Bezalel Smotrich. "Militer tidak boleh mundur bahkan satu milimeter pun dari Jalur Gaza."
Trump menyatakan Hamas setuju melucuti senjata total di Gaza, namun Hamas menolak istilah pelucutan senjata dan menyatakan senjata akan disimpan di bawah pemerintahan teknokrat Palestina yang didukung AS.
Hamas setuju rencana tersebut untuk mencegah dimulainya kembali perang, tetapi pelaksanaan bergantung pada Israel terlebih dahulu menarik pasukan dan menghentikan serangan.
Sejak gencatan senjata yang dimediasi AS pada Oktober 2025, lebih dari 1.250 warga sipil Gaza tewas dalam serangan Israel, sementara empat tentara Israel tewas.
Pasukan Israel telah menduduki sekitar dua pertiga wilayah Gaza, memaksa lebih dari 2 juta penduduk terkonsentrasi di jalur sempit di bawah kendali Hamas, banyak tinggal di tenda darurat atau bangunan rusak.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow