AS dan Iran Kembali Saling Serang di Selat Hormuz

Smallest Font
Largest Font

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat pada Rabu (2/9/2026) setelah baku tembak terbesar sejak Juli 2026 terjadi di kawasan Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz.

Pasukan AS melancarkan serangan ke pesisir selatan Iran, yang langsung dibalas oleh Iran dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di Bahrain, Yordania, Kuwait, dan Irak, dilansir dari Investor Daily.

Serangan AS ke Iran menyebabkan anjloknya pasar saham di Asia dan Eropa serta lonjakan harga minyak dunia ke level tertinggi sejak Juli 2026. Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) melaporkan gempuran ke sistem pertahanan udara dan fasilitas militer Iran.

Militer Iran menyatakan telah membalas dengan serangan rudal dan drone ke pangkalan AS, termasuk insiden di Yordania dan Kuwait. Namun, pejabat AS menyatakan tidak ada korban jiwa dari serangan tersebut berdasarkan penilaian awal.

Iran menuduh AS menyerang sebuah pesta pernikahan di Sirik, yang menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk anak usia empat tahun, dan melukai puluhan lainnya.

"Kejahatan Amerika di kawasan ini akan dibalas dengan respons yang lebih berat, lebih luas, dan lebih menghancurkan," ujar komando militer Iran.

Presiden AS Donald Trump menyatakan kendali hampir penuh atas Selat Hormuz, meski konflik ini menguras sumber daya militer dan ekonomi kedua negara.

Trump menambahkan, "Saya jauh lebih menyukai posisi kita saat ini, dengan kendali yang hampir penuh atas Selat Hormuz, sementara ekonomi mereka (Iran) benar-benar hancur. Mereka hanya menunggu kenyataan yang tak terelakkan. Kapan rakyat Iran akan bangkit dan melawan?"

Iran bertekad mempermalukan pasukan AS dan keluar dari konflik ini dengan posisi lebih kuat, menargetkan pencabutan sanksi dan mengamankan kendali atas Selat Hormuz untuk memungut biaya lintas dari kapal-kapal pengangkut minyak global.

Kesepakatan gencatan senjata yang disetujui pada Juni 2026 sebelumnya telah runtuh karena perebutan kendali atas Selat Hormuz, dan belum ada perundingan lanjutan sejak itu.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed