Merdeka Gold Catat Rugi Susut dan Pendapatan Naik Semester I 2026
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat rugi bersih sebesar US$14,9 juta pada semester I 2026, turun 7,3% dibanding periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$16,05 juta, seiring mulai produksi komersial di Tambang Emas Pani.
Pendapatan EMAS melonjak hingga US$30,9 juta pada paruh pertama tahun ini, meningkat 36.728% year on year (yoy), didorong oleh lonjakan volume produksi dan penjualan emas, terutama dari Tambang Emas Pani.
Produksi emas pada kuartal II 2026 mencapai 15.594 ons, naik lebih dari delapan kali lipat dibanding kuartal sebelumnya, sehingga total produksi semester I mencapai 17.412 ons. Penjualan emas juga naik tajam menjadi 6.439 ons pada kuartal II 2026 dari 516 ons pada kuartal I.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin, menyatakan, "Semester I 2026 menjadi periode penting bagi EMAS, seiring kontribusi Tambang Emas Pani mulai tercermin pada pendapatan dan EBITDA Perseroan. Kinerja ini menunjukkan bahwa ramp-up Pani pada kuartal II 2026 berjalan sesuai target, didukung peningkatan produksi dan volume penjualan."
Boyke juga menyampaikan bahwa perusahaan akan fokus pada percepatan produksi dan peningkatan kinerja operasional, serta menjalankan fase pertumbuhan Tambang Emas Pani secara disiplin.
Pengembangan proyek Carbon-in-Leach (CIL) diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan jangka panjang. Konstruksi CIL pad dan pre-leach thickener telah selesai pada Juni 2026, dengan target operasi penuh pada 2028.
Dilansir dari databoks.katadata.co.id, EMAS mencatat beban pokok pendapatan naik drastis menjadi US$17,39 juta, seiring peningkatan produksi. Total aset EMAS per akhir Juni 2026 mencapai US$964,32 juta, meningkat 30,2% dari Desember 2025.
Meski rugi bersih tetap terjadi, namun pada kuartal II 2026 EMAS berhasil mencetak laba usaha sebesar US$10,1 juta, menandai laba usaha pertama sejak produksi komersial dimulai Februari 2026, dengan margin laba usaha 36%.
Manajemen EMAS percaya dapat mencapai target produksi 100-115 ribu ons emas sepanjang 2026, dengan estimasi produksi sekitar 30 ribu ons di kuartal III dan 50 ribu ons di kuartal IV, didukung kapasitas crushing yang meningkat.
Selain itu, persediaan emas sebesar 10.457 ons dan perak 33.292 ons pada akhir semester I 2026 diperkirakan bisa menambah laba pada paruh kedua tahun ini, mengingat harga emas global kembali menguat ke sekitar US$4.600 per ons.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow