Mabes Polri Terjunkan SAR Brimob dan Tim DVI Tangani Gempa NTT

Smallest Font
Largest Font

Mabes Polri memperkuat penanganan darurat pascagempa bumi yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026). Kepolisian menerjunkan personel SAR Brimob hingga tim dokter spesialis untuk membantu evakuasi korban.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat pemutakhiran data sementara hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 12.30 WIB menunjukkan 14 orang meninggal dunia. Korban tewas tersebar di Kabupaten Sikka sebanyak 3 orang, Manggarai 6 orang, dan Manggarai Timur 5 orang. Selain itu, terdapat 2 orang mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan.

"Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah terus menyisir lokasi untuk memperbarui informasi korban yang melingkupi wilayah Sikka, Nagekeo, Manggarai, hingga Manggarai Timur.

"Sementara korban luka dilaporkan di Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur," lanjut Berton.

Dalam upaya mendukung penyelamatan di titik terdampak, Mabes Polri melakukan koordinasi intensif bersama Polda NTT guna menyokong seluruh kebutuhan evakuasi.

"Polri tentu berempati terhadap masyarakat yang terdampak gempa di Flores. Polri hadir dan terus memberikan dukungan dalam proses penanganan, khususnya penyelamatan dan evakuasi masyarakat. Mabes Polri dan Polda NTT terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan di lapangan dapat didukung," kata Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir.

Proses penghimpunan data korban dan tingkat kerusakan bangunan di daratan Flores sempat terhambat akibat gangguan pada jaringan komunikasi.

"Yang paling utama saat ini adalah keselamatan masyarakat. Untuk data korban dan kerusakan masih terus dihimpun dan diverifikasi karena kondisi di lapangan masih dinamis, termasuk adanya kendala komunikasi di sejumlah wilayah," jelas Isir.

Satu Satuan Setingkat Kompi pasukan SAR Brimob dari Pasukan Pelopor diberangkatkan dengan perlengkapan pencarian korban di reruntuhan. Kepolisian juga menyiagakan tim DVI, unit K9, serta dukungan polda terdekat seperti NTB, Bali, dan Jawa Timur.

"Seluruh kekuatan kita siapkan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan. Termasuk pasukan SAR Brimob, tim kesehatan dan DVI, K9, maupun dukungan dari Polda-Polda terdekat," ujarnya.

Mobilisasi bantuan logistik dari Kapolri serta operasional tim dipasok menggunakan pesawat CN-295 dan kapal tipe A milik Polri.

"Ini semua kita siapkan untuk mempercepat proses pencarian, pertolongan dan penanganan masyarakat terdampak," lanjut Isir.

Guna mengatasi kendala sinyal, Polri menyalurkan 10 unit Wifi Portable Wontech, 10 set tenda pleton, dan 240 dus makanan cepat saji.

"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Dalam kondisi seperti ini, informasi resmi sangat penting agar tidak menimbulkan kepanikan dan tidak mengganggu proses evakuasi maupun penanganan di lapangan," imbaunya.

Kepolisian memastikan pengerahan seluruh personel dan sarana pendukung akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan di lapangan.

"Polri hadir untuk masyarakat. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, dan seluruh kekuatan yang ada akan terus kami optimalkan untuk membantu proses evakuasi, pencarian korban dan penanganan masyarakat terdampak," pungkas Isir.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed