Lintasarta Perkuat Transformasi Digital BPD lewat 4C
- Ekosistem Lintasarta Intelligent Core di CxO BPD Summit 2026
- Mengupas kapabilitas 4C yang menyatukan empat pilar
- Connectivity: jaringan andal untuk operasional offline dan online
- Cloud: komputasi awan dengan data center lokal
- Cybersecurity: keamanan siber proaktif berbasis perlindungan berlapis
- Collaboration-AI: use case prioritas daerah untuk layanan lebih cerdas
Bank Pembangunan Daerah (BPD) saat ini memegang peranan krusial sebagai orkestrator pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah. Total aset industri perbankan daerah menyentuh Rp 1.036 triliun, membuat tuntutan pada infrastruktur digital yang tangguh semakin mendesak.
Di sisi lain, kesiapan teknologi, kualitas talenta digital, hingga kapabilitas keamanan siber di tiap BPD masih sangat bervariasi. Di ruang-ruang pertemuan, kebutuhan itu kemudian diterjemahkan menjadi gagasan ekosistem layanan yang dirancang agar bisa berjalan setara dan terukur di banyak wilayah.
Ekosistem Lintasarta Intelligent Core di CxO BPD Summit 2026
Menjawab kebutuhan tersebut, Lintasarta meramu solusi infrastruktur terpadu yang dibungkus dalam ekosistem Lintasarta Intelligent Core. Langkah ini dipaparkan lebih dalam pada ajang CxO BPD Summit 2026 di Semarang, sekaligus ditandai penandatanganan kolaborasi strategis bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA).
Ekosistem ini menempatkan fondasi digital berbasis kecerdasan buatan melalui integrasi solusi 4C. Bagi banyak pemangku kepentingan BPD, 4C bukan sekadar perangkat teknologi, melainkan kerangka yang diharapkan membantu operasional bergerak lebih konsisten—dari layanan kantor fisik hingga transaksi daring.
Mengupas kapabilitas 4C yang menyatukan empat pilar
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menekankan bahwa BPD membutuhkan kapabilitas teknologi informasi yang canggih namun tetap efisien, agar bisa mengakomodasi karakteristik unik dan kebutuhan tiap daerah.
Di dalam kerangka 4C, integrasi diposisikan sebagai pendekatan terintegrasi yang menyatukan empat pilar utama: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI.
Connectivity: jaringan andal untuk operasional offline dan online
Pilar pertama adalah Connectivity. Ini berfokus pada ketersediaan infrastruktur jaringan yang andal supaya operasional perbankan bisa berjalan mulus tanpa hambatan, baik untuk layanan di kantor cabang fisik secara offline maupun transaksi perbankan secara online.
Dalam konteks transformasi digital, keberhasilan layanan sering kali ditentukan oleh seberapa stabil dan siapnya jaringan saat beban meningkat. Karena itu, Connectivity ditempatkan sebagai prasyarat agar pilar-pilar lain tidak “terputus” saat layanan digital benar-benar dijalankan.
Cloud: komputasi awan dengan data center lokal
Pilar kedua adalah Cloud. Lintasarta menyediakan layanan komputasi awan yang bertumpu pada infrastruktur data center lokal. Selain menargetkan efisiensi pengelolaan sistem, pendekatan ini juga diarahkan untuk menjaga kedaulatan data perbankan agar tetap patuh pada regulasi di Indonesia.
Di titik ini, perhatian tidak hanya pada fleksibilitas komputasi awan, tetapi juga pada aspek tata kelola dan kepatuhan. Dengan data center lokal sebagai landasan, sistem diharapkan lebih mudah diselaraskan dengan kebutuhan regulasi domestik.
Cybersecurity: keamanan siber proaktif berbasis perlindungan berlapis
Ketiga adalah Cybersecurity. Mengingat tingkat kematangan fasilitas Security Operations Center (SOC) di berbagai BPD masih belum merata, Lintasarta menghadirkan sistem keamanan siber yang proaktif. Sistem perlindungan berlapis ini dipandang krusial untuk melindungi aset bank dan data nasabah dari ancaman serangan siber yang makin kompleks dari hari ke hari.
Keamanan siber dalam kerangka ini tidak hanya dipahami sebagai respons setelah insiden muncul, tetapi juga sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini. Dengan begitu, operasional digital BPD bisa memiliki lapisan kendali yang lebih matang ketika menghadapi risiko.
Collaboration-AI: use case prioritas daerah untuk layanan lebih cerdas
Pilar terakhir adalah Collaboration-AI. Lintasarta mendorong pemanfaatan teknologi AI untuk mengeksekusi berbagai use case yang menjadi prioritas di daerah masing-masing.
Tujuannya adalah menciptakan layanan perbankan yang lebih cerdas dan personal bagi masyarakat. Dalam kerangka itu, AI diposisikan sebagai alat untuk mengangkat kualitas layanan, bukan hanya menjadi pajangan teknologi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow