Layanan Telekesehatan ZimSmart Villages Perluas Akses Medis di Zimbabwe

Smallest Font
Largest Font

Inisiatif telekesehatan yang digagas ZimSmart Villages bersama NetOne dan Zimbabwe Posts berhasil menjangkau masyarakat pedesaan di Zimbabwe hingga tahun 2026. Program ini mendekatkan akses konsultasi dokter spesialis bagi warga di kawasan terpencil melalui pemanfaatan infrastruktur kantor pos setempat.

Program yang diluncurkan sejak 2024 tersebut bertujuan memangkas jarak tempuh warga pedesaan yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas medis akibat krisis tenaga kesehatan nasional. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2022, Zimbabwe hanya memiliki 1,7 dokter per 10.000 penduduk, jauh di bawah rata-rata benua Afrika sebanyak 2,6 dokter.

Hingga tahun 2026, ZimSmart Villages telah mendirikan 28 pusat telekesehatan di tujuh dari 10 provinsi di Zimbabwe. Fasilitas ini tercatat telah memfasilitasi lebih dari 28.000 konsultasi virtual dan sekitar 25.000 tes diagnostik bagi pasien pedesaan.

Co-founder sekaligus Chief Operations Officer ZimSmart Villages, Tawanda Njerere, menjelaskan bahwa sistem ini memanfaatkan bangunan kantor pos yang sudah ada agar pasien tidak perlu bepergian puluhan kilometer ke kota.

"Daripada mewajibkan pasien pedesaan menempuh perjalanan 50 km atau lebih ke fasilitas kesehatan perkotaan, program ini mendirikan titik akses kesehatan digital yang tertanam di dalam infrastruktur kantor pos yang ada," kata Tawanda Njerere, Co-founder dan Chief Operations Officer ZimSmart Villages.

Biaya konsultasi di pusat telekesehatan ini dipatok antara $2 hingga $10, jauh lebih murah dibandingkan klinik swasta yang berkisar $15 hingga $20. Fasilitas ini didukung jaringan internet satelit Starlink dan baterai litium cadangan guna mengantisipasi pemadaman listrik berkala.

Seorang petani berusia 38 tahun dari Desa Chimbondi, Anymore Kadzunge, membagikan pengalamannya saat memeriksakan diri di pusat telekesehatan Nyazura setelah tiga bulan mengalami nyeri dada dan pusing.

"Perawat memeriksa tekanan darah saya, tetapi hasilnya sangat tinggi," kata Anymore Kadzunge, petani asal Desa Chimbondi. "Saya kemudian berbicara dengan seorang dokter melalui panggilan video."

Kadzunge terdiagnosis mengalami hipertensi dan langsung menerima resep obat yang rutin dikonsumsinya hingga kondisinya membaik.

"Saya sehat kembali," kata Anymore Kadzunge, petani asal Desa Chimbondi. "Sekarang saya bisa pergi ke ladang tanpa menakut-nakuti keluarga saya."

Perawat terdaftar di pusat Nyazura, Noreen Chimanya, bertugas memeriksa tanda-tanda vital pasien seperti tekanan darah, kadar gula darah, dan suhu tubuh sebelum menghubungkan mereka dengan dokter via panggilan video.

"Ketika kami dibuka pada Mei 2024, telekedokteran adalah sesuatu yang sangat baru di komunitas ini," kata Noreen Chimanya, perawat terdaftar di pusat telekesehatan Nyazura. "Masyarakat terbiasa berbicara dengan dokter secara langsung dan diperiksa secara fisik."

Chimanya melakukan sosialisasi ke desa-desa sekitar untuk membangun kepercayaan warga terhadap konsultasi jarak jauh.

"Mereka menyukainya di sini karena tidak ada antrean," kata Noreen Chimanya, perawat terdaftar di pusat telekesehatan Nyazura. "Di fasilitas kesehatan masyarakat, orang-orang menghabiskan waktu berjam-jam menunggu untuk diperiksa."

Manfaat serupa dirasakan oleh Proud Chimene, seorang pedagang dari Desa Chimene yang mendatangi fasilitas Nyazura pada Juli 2024 setelah mengalami penurunan berat badan drastis, haus berlebih, dan kelelahan.

"Situasinya telah memburuk," kata Proud Chimene, pedagang asal Desa Chimene. "Perawat memeriksa tingkat glukosa darah saya dan hasilnya tinggi. Setelah berbicara dengan dokter melalui panggilan video, mereka memasangkan infus kepada saya selama beberapa jam. Dia juga meresepkan obat yang saya minum dua kali sehari."

Chimene terdiagnosis mengidap diabetes dan langsung mendapatkan penanganan medis berbiaya terjangkau.

"Jika bukan karena pusat telekesehatan terdekat yang menyediakan akses ke dokter dengan biaya terjangkau ini, saya mungkin tidak akan berobat sama sekali," kata Proud Chimene, pedagang asal Desa Chimene.

Meskipun efisien, program ini masih menghadapi keterbatasan layanan spesialis, khususnya untuk kesehatan mata, kesehatan mental, dan penanganan penyakit kronis kompleks. Pengelola mengatasi kendala ini melalui kemitraan dengan penyedia perawatan mata terkemuka dan jaringan spesialis.

"Program ini mengatasi hal tersebut melalui kemitraan dengan penyedia perawatan mata yang mapan dan jaringan spesialis, tetapi kapasitas spesialis tetap menjadi kendala sistemik," kata Tawanda Njerere, Co-founder dan Chief Operations Officer ZimSmart Villages.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed