Kapal Tenggelam di Danau Kariba Zimbabwe Menewaskan 72 Orang
Jumlah korban tewas akibat kecelakaan kapal feri milik Badan Pengembangan Infrastruktur Pedesaan (RIDA) di Danau Kariba, Zimbabwe, meningkat menjadi 72 orang setelah kepolisian menemukan jenazah tambahan dalam operasi pencarian hingga Sabtu, 15 Agustus 2026.
Insiden maut yang diduga dipicu oleh muatan berlebih dan hantaman gelombang tinggi akibat cuaca buruk itu terjadi saat kapal mengangkut sekitar 153 orang dari pelabuhan Kariba pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kapasitas resmi kapal sebenarnya hanya diperbolehkan mengangkut 90 penumpang.
Kepolisian Republik Zimbabwe (ZRP) menyampaikan pembaruan data korban selamat dan tewas melalui pernyataan resminya di media sosial.
"Jumlah korban tewas dalam kecelakaan kapal RIDA di Kariba kini mencapai 72 orang setelah ditemukannya 3 jenazah lagi pada larut malam tanggal 15 Agustus 2026," demikian pernyataan polisi sebagaimana dilansir dari AFP.
Aparat kepolisian menegaskan proses evakuasi serta identifikasi jenazah korban masih terus berjalan secara intensif di lokasi kejadian.
"Seiring dengan itu proses identifikasi terhadap jasad korban terus berjalan," lanjut pernyataan polisi.
Pihak ZRP juga membagikan laporan perkembangan jumlah korban saat evakuasi berlangsung sebelum temuan jenazah terbaru terkumpul.
"ZRP menginformasikan kepada publik bahwa jumlah korban tewas dalam kecelakaan kapal RIDA di Kariba kini mencapai 44 orang," tulis ZRP melalui platform X pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Penemuan jenazah secara bertahap terus menambah daftar panjang korban meninggal dunia dalam tragedi kapal ini.
"ZRP menginformasikan kepada masyarakat Zimbabwe dan para pemangku kepentingan terkait bahwa jumlah korban tewas dalam kecelakaan perahu RIDA (Badan Pengembangan Infrastruktur Pedesaan) di Kariba kini mencapai 68 orang, menyusul kembali ditemukan 22 jasad pada Sabtu (15/8)," kata pihak kepolisian di platform X.
Operasi pencarian dan penyelamatan melibat personel militer, penyelam kepolisian, serta nelayan lokal. Sebanyak 77 orang berhasil diselamatkan tidak lama setelah kapal terbalik dan sempat dievakuasi ke pulau terdekat sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan di Kota Kariba.
Di antara puluhan korban tewas yang berhasil diidentifikasi, kapten kapal berusia 59 tahun, Sign Patsikadova, turut menjadi korban meninggal dunia. Lembaga penyiaran pemerintah Zimbabwe, ZBC, melaporkan sedikitnya 18 anak-anak tewas, dengan 16 di antaranya berusia di bawah 10 tahun, termasuk bayi berusia satu tahun Wendy Ndandarika.
Keterangan dari penumpang selamat menyebutkan bahwa luapan air mulai masuk ke kapal tak lama usai berlayar akibat hempasan ombak besar. Para penumpang sempat meminta agar kapal berbalik arah ke tepi danau, tetapi diabaikan oleh pengemudi kapal.
"Kami terus melanjutkan perjalanan meski ada air di dalam kapal, sementara ombak semakin kuat dan mengguncang kapal. Kami memohon kepadanya untuk menghubungi kapten, namun ia mengatakan bahwa kami tidak berhak mendikte apa yang harus dilakukannya," kata seorang penumpang wanita yang selamat sebagaimana dilansir dari AFP.
Pemerintah Zimbabwe telah menetapkan peristiwa ini sebagai bencana nasional pada 12 Agustus 2026 serta mengerahkan bantuan logistik pangan bagi keluarga korban terdampak.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow