Laba Bersih Bank Mandiri Tumbuh 24 Persen Hingga Juli 2026
Kinerja keuangan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan pertumbuhan positif pada tujuh bulan pertama tahun ini. Berdasarkan ulasan Stockbit Group dari laporan bulanan perseroan yang dikutip dari Investor Daily, akumulasi laba bersih secara bank only mencapai Rp 33 triliun per Juli 2026. Capaian laba entitas induk tanpa menghitung kinerja anak usaha tersebut melonjak 24% secara tahunan.
Nilai ini sudah memenuhi sekitar 57% dari estimasi konsensus untuk konsolidasi sepanjang tahun 2026. Secara bulanan, Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp 4,5 triliun pada Juli 2026. Angka tersebut naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tetapi tergerus 13% jika disandingkan dengan perolehan Juni 2026.
Laju kenaikan laba bersih emiten perbankan berlogo pita emas ini teridentifikasi mulai tertahan pada bulan ketujuh. Penurunan pendapatan non-bunga menjadi pemicu utama dinamika tersebut.
Pos pendapatan non-bunga merosot 4% dibandingkan Juli 2025. Jika dibandingkan dengan pencapaian Juni 2026, pos ini terkoreksi hingga 24%. Stockbit memperkirakan perlambatan momentum pertumbuhan laba BMRI berpotensi bertahan sampai akhir tahun. Laju penyaluran kredit yang mulai melandai serta normalisasi beban operasional pada semester kedua menjadi penentunya.
Prospek Penyaluran Kredit dan Rekomendasi Saham
Hingga Juli 2026, realisasi ekspansi kredit Bank Mandiri tercatat tumbuh 7% sejak awal tahun. Manajemen BMRI sendiri menetapkan panduan pertumbuhan kredit setahun penuh di rentang 7–9% secara tahunan. Target tersebut menyisakan ruang pertumbuhan sekitar 2 basis poin hingga penutupan tahun. Keterbatasan ruang akselerasi ini berpotensi membuat laju laba bersih bergerak lebih moderat.
Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BMRI. Target harga saham dipasang pada level Rp 6.200 per lembar. Penetapan target harga tersebut mengacu pada pendekatan inverse cost of equity lima tahun sebesar 11,6% dan asumsi pertumbuhan jangka panjang 3%. Angka ini mencerminkan rasio harga terhadap nilai buku wajar sebesar 1,8 kali.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow