Laba Bersih Astra Otoparts Melonjak 22,6 Persen pada Semester I-2026
Kinerja keuangan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang semester I-2026. Emiten komponen otomotif tersebut mengantongi laba bersih konsolidasian mencapai Rp 1,2 triliun, seperti dilansir dari Investor Daily.
Capaian laba bersih tersebut meningkat 22,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 939 miliar. Lonjakan keuntungan ini terjadi di tengah tantangan kenaikan harga bahan baku dan fluktuasi kurs rupiah.
Pertumbuhan juga dicatatkan pada lini pendapatan bersih konsolidasian. Perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 13,2% menjadi Rp 10,9 triliun pada semester I-2026, dari posisi sebelumnya Rp 9,6 triliun pada semester I-2025.
Dua sektor bisnis utama perseroan, yakni segmen manufaktur dan perdagangan, menjadi penyumbang terbesar kenaikan tersebut. Sektor manufaktur terdorong oleh peningkatan permintaan suku cadang dari original equipment manufacturer (OEM) untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Dari segmen manufaktur, pendapatan bersih yang berhasil dihimpun mencapai Rp 5,6 triliun pada semester I-2026. Angka ini mencatatkan kenaikan 11,6% jika dibandingkan periode serupa tahun lalu sebesar Rp 5 triliun.
Sementara itu, segmen perdagangan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 5,3 triliun atau naik 15,1% dari Rp 4,6 triliun. Capaian ini didorong oleh perluasan portofolio produk aftermarket, kuatnya permintaan domestik melalui jaringan ritel, serta kenaikan volume ekspor.
"Pertumbuhan kinerja positif pada semester I-2026 mencerminkan resiliensi fundamental usaha perseroan di tengah dinamika berbagai faktor eksternal, seperti kenaikan harga bahan baku dan volatilitas nilai tukar rupiah," kata Presiden Direktur Astra Otoparts (AUTO), Yusak Kristian Solaeman dalam keterangannya, Senin (27/7/2026).
Yusak Kristian Solaeman menambahkan bahwa langkah strategis terus dilakukan. Perseroan memperkuat kapabilitas manufaktur, meningkatkan sinergi OEM, serta memperluas portofolio produk aftermarket guna memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Hingga akhir semester I-2026, total aset AUTO tercatat tumbuh 5,6% menjadi Rp 23,9 triliun dari Rp 22,6 triliun pada akhir 2025. Struktur permodalan perseroan juga ditopang oleh total ekuitas yang kuat sebesar Rp 17,2 triliun.
Pengembangan bisnis kendaraan listrik (xEV) turut menjadi fokus perseroan melalui produksi komponen general dan specific parts. AUTO juga memproduksi fasilitas pengisian daya baterai kendaraan listrik dengan merek ALTRO.
Upaya diversifikasi ke luar sektor otomotif mulai diperkuat, salah satunya dengan memasuki industri alat kesehatan. Langkah bisnis non-otomotif ini dirancang untuk menjaga pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Operasional bisnis perseroan didukung oleh 49 diler utama, 27 kantor penjualan, dan melayani lebih dari 15.000 toko suku cadang di Indonesia. Jaringan ritel modern AUTO saat ini telah mengoperasikan sebanyak 667 gerai.
Guna menunjang ekosistem kendaraan listrik nasional, perseroan telah mengoperasikan 70 unit Astra Otopower yang tersebar di 60 lokasi strategis hingga semester I-2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow