Kritik Hak Cipta Guncang Pameran Pop Art Roy Lichtenstein

Smallest Font
Largest Font

Kunstmuseum Basel menggelar pameran karya mendiang legenda Pop Art Roy Lichtenstein dalam rangka memperingati ulang tahun ke-100 sang seniman, namun pameran tersebut kembali memicu perdebatan mengenai tuduhan pencurian karya seni.

Lichtenstein, yang lahir di New York pada 1923 dan meninggal akibat pneumonia pada 1997, terkenal dengan teknik pengurangan bergaya komik dan warna primer yang terinspirasi dari budaya populer seperti pahlawan super dan mobil.

Koleksi yang dipamerkan menunjukkan fase panjang Lichtenstein sebelum meraih ketenaran, di mana gaya komik khasnya belum terlihat dan karyanya belum mendapat respons besar dari publik.

Gaya khas tersebut kini menjadi sorotan tajam setelah film dokumenter berjudul WHAAM! BLAM! Roy Lichtenstein and the Art of Appropriation menghadirkan kritik dari sejumlah seniman yang menuduhnya meniru karya mereka tanpa memberikan kompensasi.

Seniman dan pakar Lichtenstein, David Barsalou, mengumpulkan perbandingan antar-karya yang menunjukkan kemiripan signifikan dalam motif, komposisi, dan perspektif meski Lichtenstein menerapkan warna primer serta teknik titik khasnya.

Ketika dihadapkan pada tuduhan tersebut semasa hidupnya, Lichtenstein menanggapi secara santai bahwa karyanya wajar jika menyerupai objek yang ingin digambarkannya.

Kritikus seni Robert L. Pincus mengungkapkan di YouTube mengenai pernyataan Lichtenstein terkait proses kreatifnya.

"Dia bisa membuat apa saja menjadi sebuah Lichtenstein," kata Robert L. Pincus, Kritikus Seni.

Isu ini menimbulkan perdebatan moral karena Lichtenstein memperoleh jutaan dolar dari karyanya, sementara pembuat ilustrasi asli tidak mendapatkan kompensasi maupun pengakuan.

Sebagian pihak menilai pengambilalihan elemen visual memerlukan sistem kompensasi seperti praktik sampel musik dalam genre hip-hop, sementara pihak lain menganggap peniruan sebagai esensi utama Pop Art.

Seorang pengguna media sosial Reddit memberikan argumen terkait konsep peniruan dalam gerakan seni tersebut.

"Warhol tidak merancang label kaleng sup Campbell. Jasper Johns tidak merancang bendera Amerika. Jika Lichtenstein membuat komiknya sendiri, hal itu akan menghilangkan pesan yang ingin disampaikan. Pengambilalihan adalah bagian dari gerakan tersebut," kata Seorang Pengguna Reddit, Netizen.

Sejarahwan seni dari University of Carolina, Bradford R. Collins, menegaskan dalam artikelnya bahwa perubahan kecil yang dilakukan Lichtenstein pada adegan komik justru memperkuat konten utamanya.

"Melodrama cinta remaja diungkapkan secara lebih jelas dalam interpretasi Lichtenstein, dan kekerasan macho dari perang diperhebat dibandingkan dengan komik aslinya," kata Bradford R. Collins, Sejarahwan Seni University of Carolina.

Pandangan tersebut ditentang oleh seniman komik Hy Eisman yang karya komiknya digunakan sebagai basis lukisan oleh Lichtenstein.

"Saya bekerja keras seperti anjing untuk itu, sementara pria ini mendapatkan 20 juta dolar untuk karya tersebut," kata Hy Eisman, Ilustrator Komik.

Perdebatan mengenai batasan hak cipta dan orisinalitas ini dinilai makin relevan di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang melatih modelnya menggunakan karya para seniman tanpa izin.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed