Kiwoom Sekuritas Pangkas Target Harga Saham Sido Muncul Jadi Rp 394
Kiwoom Sekuritas Indonesia memangkas target harga saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menjadi Rp 394 dari sebelumnya Rp 420. Penyesuaian target ini dilakukan menyusul kinerja keuangan emiten yang melemah pada semester I-2026, sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Rabu (26/8/2026).
Pendapatan Sido Muncul sepanjang semester I-2026 tercatat merosot 20% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 1,5 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih perusahaan mengalami penurunan sebesar 44% yoy menjadi Rp 334 miliar.
Penurunan kinerja SIDO terutama dipicu oleh normalisasi persediaan pada tingkat distributor di segmen herbal dan suplemen, khususnya produk Tolak Angin. Kondisi tersebut menahan laju pertumbuhan bisnis Sido Muncul sepanjang paruh pertama tahun ini.
Meski secara tahunan tertekan, hasil kuartal II-2026 menunjukkan sinyal pemulihan secara kuartalan. Pendapatan SIDO naik 29% qoq menjadi Rp 826 miliar, sementara laba bersih meningkat 27% qoq menjadi Rp 186 miliar.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai perbaikan kuartalan tersebut menandakan masalah persediaan distributor mulai mereda.
"Perkembangan tersebut mengindikasikan tekanan yang berasal dari persediaan di tingkat distributor mulai berangsur mereda. Namun, tingkat profitabilitas SIDO masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu," tulis Azis dalam risetnya.
Di sisi lain, segmen makanan dan minuman (F&B) tumbuh 11% yoy menjadi Rp 760 miliar pada semester I-2026. Pertumbuhan didorong oleh penjualan C+ Collagen yang melonjak lebih dari lima kali lipat dan produk siap minum (RTD) yang naik lebih dari dua kali lipat.
Kontribusi penjualan ekspor SIDO juga naik dari 10% menjadi 13% terhadap total pendapatan, dengan pasar utama mencakup Malaysia, Filipina, dan Nigeria.
Manajemen SIDO sendiri telah merevisi panduan pertumbuhan pendapatan tahun 2026 menjadi minus 10% yoy. Untuk tahun 2026, Kiwoom Sekuritas memperkirakan pendapatan SIDO turun 4,5% yoy menjadi Rp 3,9 triliun dengan laba bersih Rp 1,1 triliun, sebelum diproyeksikan kembali tumbuh pada 2027 dan 2028.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow