KEK Industropolis Batang Tingkatkan Kompetensi SDM dan Penempatan Kerja
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang serta PT Trax Sumbiri Indo untuk meningkatkan kompetensi dan penempatan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri, Senin (31/8/2026).
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Penempatan Tenaga Kerja sekaligus menutup pelatihan Tailor Made Training (TMT) yang diikuti 50 peserta dari Kabupaten Batang dan sekitarnya.
Pelatihan yang berlangsung selama 10 hari pada 10-21 Agustus 2026 ini mencakup pelatihan berbasis kompetensi, penyusunan program sesuai kebutuhan industri, rekrutmen, penempatan tenaga kerja, class hiring, walk-in interview, sertifikasi kompetensi, serta On the Job Training (OJT).
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Angga Arie Saputra, berharap program ini dapat dikembangkan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi calon tenaga kerja serta mendukung kesiapan mereka menghadapi dunia industri.
"Seiring dengan perkembangan kawasan industri, kita perlu mempersiapkan masa depan yang baik bagi para pekerja industri. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta pelatihan, sehingga kompetensi yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal untuk memberikan kontribusi yang baik di dunia kerja," ujar Angga.
Pelatihan ini juga melibatkan praktisi industri sebagai instruktur serta pertukaran informasi terkait kebutuhan tenaga kerja untuk mendukung pelaksanaan pelatihan dan penempatan tenaga kerja yang sesuai.
PT Trax Sumbiri Indo, perusahaan manufaktur garmen asal Thailand yang beroperasi di KEK Industropolis Batang, mendukung program ini sebagai akses mendapatkan calon tenaga kerja yang telah dibekali sesuai kebutuhan industri.
HR Manager PT Trax Sumbiri Indo, M Hari Nasrullah, menyatakan bahwa kerja sama dengan KEK, Dinas Ketenagakerjaan, dan BBPVP Semarang memperkuat koordinasi dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Kepala BBPVP Semarang, Fikri Kurniakiki, menambahkan bahwa pembekalan pelatihan vokasi tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga kompetensi produktivitas dan kesiapan peserta menghadapi dunia kerja.
"Peserta dibekali kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam tim, serta komunikasi agar mampu beradaptasi dan bekerja secara efektif di lingkungan industri," kata Fikri.
Pelatihan tahap pertama diberikan secara gratis kepada 50 peserta, yang setelah lulus memperoleh sertifikasi kompetensi dari lembaga terafiliasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan sertifikat BBPVP Semarang.
Setelah proses seleksi tenaga kerja, 80 persen peserta dinyatakan diterima bekerja. Salah satu peserta, Dias Alfi Yuhani, mengaku pelatihan ini memberikan bekal keterampilan menjahit dan pengembangan soft skill serta hard skill sesuai kebutuhan perusahaan.
"Melalui pelatihan ini, saya mendapatkan pembelajaran menjahit dari nol. Selain keterampilan menjahit, saya juga mendapatkan pendampingan untuk membangun soft skill dan hard skill yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan," ujar Dias.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow