Kemenaker Catat 48 Persen Perusahaan Indonesia Kesulitan Cari Pekerja
Sebanyak 48 persen perusahaan di Indonesia masih mengalami kesulitan untuk memperoleh tenaga kerja akibat kesenjangan kompetensi dengan kebutuhan pasar. Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam acara Indonesia's Green Jobs Conference 2026 pada Rabu (2/9/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kondisi ini terjadi lantaran kualifikasi yang dimiliki oleh para calon pekerja belum mampu memenuhi standar industri dan dunia usaha.
Menurut Yassierli, persoalan kesenjangan ini menjadi tantangan mendesak yang wajib diselesaikan pemerintah, tidak hanya demi menciptakan lapangan kerja baru tetapi juga memastikan ketersediaan pekerjaan yang layak. Guna mengatasi permasalahan tersebut, penguatan sinergi antara lembaga pendidikan dan pusat pelatihan kerja dengan pihak industri perlu terus ditingkatkan. Langkah kolaborasi ini ditujukan agar para calon pekerja dapat membina keterampilan yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar saat ini.
Sebagai bentuk konkret, Kemenaker mencontohkan pembangunan balai pelatihan kerja sektor dirgantara di Bandung yang dirancang khusus untuk memenuhi kualifikasi PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Yassierli menegaskan bahwa kepastian informasi terkait kebutuhan kualifikasi dari sektor industri menjadi acuan utama bagi pemerintah dalam menyusun program pelatihan yang tepat sasaran.
"Kalau memang kebutuhannya jelas, kami akan support. Biaya pelatihannya akan ditanggung Kementerian Ketenagakerjaan," ujar Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan. Penerapan strategi pemetaan berbasis industri ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelatihan vokasi. Peningkatan tersebut tidak hanya berfokus pada pencetakan lulusan baru, melainkan juga menjamin kesesuaian keahlian tenaga kerja dengan kebutuhan aktual dunia usaha.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow