Israel ancam operasi pembunuhan Gaza atas layang-layang

Smallest Font
Largest Font

Pemerintah Israel mengancam akan melakukan pembunuhan terarah dan mengevakuasi kawasan permukiman di sekitar Gaza menyusul peluncuran layang-layang dan balon dari wilayah itu. Israel menyatakan temuan di dekat komunitas Nahal Oz dalam 24 jam terakhir tidak membawa material mencurigakan. Ancaman itu disampaikan menjelang rencana peningkatan operasi jika aktivitas berlanjut.

Militer Israel menyatakan menemukan empat layang-layang di dekat komunitas Nahal Oz dalam kurun waktu sekitar 24 jam, dengan satu layang-layang ditemukan pada Jumat dan tiga lainnya pada Sabtu pagi. Setelah diperiksa, militer mengakui tidak menemukan bahan mencurigakan, termasuk peledak, dan menyatakan benda tersebut tidak membahayakan masyarakat.

Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengancam meningkatkan “operasi pembunuhan terarah” di Jalur Gaza serta mengevakuasi warga Palestina dari area permukiman yang dinilai menjadi tempat peluncuran jika peluncuran terus berlanjut.

“Balon itu sama seperti layang-layang, dan layang-layang sama seperti drone, baik membawa peledak atau tidak,” ujar Katz, Menteri Pertahanan Israel.

Katz juga memerintahkan militer untuk bertindak “segera dan tegas” terhadap peluncuran balon, layang-layang, dan drone dari Jalur Gaza, sekaligus mengambil langkah untuk mencegahnya.

“Balon itu seperti layang-layang, dan layang-layang itu seperti drone, baik membawa bahan peledak atau tidak,” kata Katz, Menteri Pertahanan Israel.

Dalam pernyataan bersama yang dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat Israel Eyal Zamir dan pejabat militer senior, Netanyahu dan Katz memperingatkan militer akan meningkatkan operasi terhadap pihak yang mereka anggap bertanggung jawab atas peluncuran tersebut.

Hamas membantah tuduhan itu dan menyebut layang-layang sebagai “mainan anak-anak di kamp-kamp pengungsian.” Juru bicara Hamas Hazem Qassem menilai ancaman Israel merupakan dalih rekaan untuk membenarkan kelanjutan agresi dan pelanggaran terhadap warga Gaza.

“Ancaman ini, yang didasarkan pada dalih-dalih palsu, merupakan upaya membenarkan berlanjutnya agresi dan pelanggaran terhadap rakyat kami, hingga mengancam anak-anak di Jalur Gaza,” kata Qassem, juru bicara Hamas.

Analisis politik Iyad al-Qarra menyebut isu layang-layang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan militer dan politik dalam negeri, termasuk sebagai alasan membuka kembali serangan udara. Al-Qarra juga menyoroti pengakuan bahwa layang-layang yang ditemukan tidak menimbulkan ancaman.

“Bagaimana mungkin sebuah negara nuklir sebesar Israel merasa terancam oleh layang-layang yang diterbangkan anak-anak?” ujar Al-Qarra, analis politik.

Militer Israel juga tidak memberikan bukti bahwa layang-layang tersebut sengaja diarahkan ke wilayah Israel, sementara beberapa kepala dewan lokal di area sekitar Gaza menyerukan respons militer sebelum perintah Katz dikeluarkan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed