Dewan Perdamaian Peringatkan Hamas Soal Layang-layang di Gaza
Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Hamas menghentikan aktivitas peluncuran layang-layang ke wilayah Israel pada Rabu (26/8/2026). Peringatan ini disampaikan menyusul ancaman Israel yang akan meningkatkan operasi militer di Jalur Gaza.
Ancaman dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu muncul setelah militer menemukan setidaknya 10 layang-layang kertas melintasi perbatasan Gaza ke wilayah selatan Israel. Pemeriksaan militer mengonfirmasi layang-layang yang dimainkan anak-anak di kamp pengungsian tersebut tidak membawa muatan peledak, meski satu di antaranya memuat pesan politik.
Aktivitas militer Israel terus berlanjut di Gaza tengah dan selatan. Serangan udara dan drone menghantam az-Zawayda, Khan Younis, serta Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir el-Balah, yang menewaskan sejumlah warga termasuk seorang balita berusia empat tahun, Muhammad Abdel Salam Taha.
Pejabat Dewan Perdamaian menegaskan bahwa seluruh kegiatan militan di wilayah konflik tersebut harus segera dihentikan demi menjaga kesepakatan yang ada.
"Segala aktivitas militan di Gaza harus dihentikan, termasuk menerbangkan layang-layang. Kami telah menyampaikan pesan ini secara langsung melalui mekanisme yang telah ditetapkan," kata seorang pejabat Dewan Perdamaian.
Pihaknya juga menambahkan bahwa militer Israel tetap terikat untuk menjaga kesepakatan gencatan senjata yang telah disetujui bersama.
"Israel juga harus mematuhi gencatan senjata. Tindakan militer tidak boleh melampaui batas respons terhadap ancaman nyata dan mendesak," tegas pejabat Dewan Perdamaian tersebut.
Pernyataan Dewan Perdamaian itu langsung memicu reaksi keras dari pihak Hamas yang menilai tuduhan tersebut tidak masuk akal.
"Sungguh lancang! Apakah masuk akal jika upaya untuk menyenangkan penjahat perang Netanyahu membuat mereka melabeli aktivitas anak-anak yang tidak berdosa sebagai aktivitas bersenjata, sementara Netanyahu terus membunuh dan melakukan penghancuran setiap hari meskipun ada kesepakatan?" ujar anggota biro politik Hamas, Basem Naim.
Perserikatan Bangsa-Bangsa turut memberikan pandangannya terkait ketegangan yang dipicu oleh isu layang-layang kertas di perbatasan Gaza tersebut.
"Mengenai ancaman pengusiran akibat aktivitas anak-anak menerbangkan layang-layang, saya harap kita semua sepakat bahwa hal ini sungguh keterlaluan," tegas juru bicara Kantor HAM PBB, Ravina Shamdasani.
Situasi di lapangan menunjukkan warga Palestina di tengah reruntuhan az-Zawayda terus mengharapkan kepastian kedamaian di tengah konflik yang berlarut-larut.
"Tidak ada gencatan senjata; tidak ada apa-apa. Kami ingin solusi; kami ingin hidup damai," kata seorang saksi mata, Abu Ahmed.
Sejak gencatan senjata dideklarasikan pada Oktober lalu, serangan Israel dilaporkan telah menewaskan 1.288 warga Palestina di Jalur Gaza.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow