Investor Ritel Korea Alihkan Dana ke ETF Indeks AS Akibat Volatilitas Pasar
Investor ritel Korea semakin banyak memindahkan investasinya ke produk ETF indeks Amerika Serikat akibat volatilitas pasar saham domestik yang sangat tinggi dan ketatnya regulasi. Pergeseran ini terlihat jelas pada pekan terakhir Juli 2026, dengan perubahan signifikan pada preferensi instrumen investasi.
Berdasarkan data ETF Check pada 27 Juli 2026, TIGER S&P500 menjadi ETF yang paling banyak dibeli oleh investor individu dengan pembelian bersih sebesar 120,3 miliar won. Disusul oleh KODEX US Nasdaq 100 (85,1 miliar won), KODEX US S&P500 (65,1 miliar won), dan TIGER US Nasdaq 100 (59,1 miliar won). Total aliran dana di empat produk ini mencapai 329,6 miliar won.
Volatilitas pasar saham Korea Selatan sangat tinggi, dengan KOSPI turun 1,91% dalam seminggu dan mengalami fluktuasi harian lebih dari 3% hampir setiap hari pekan lalu. Sementara itu, indeks S&P500 dan Nasdaq 100 di AS turun masing-masing 0,66% dan 0,48% dalam periode yang sama.
Investor menunjukkan pandangan berbeda terhadap pasar lokal. Pada KOSPI, terdapat preferensi untuk bertaruh pada penurunan indeks, terlihat dari pembelian KODEX 200 Futures Inverse 2X sebesar 74,5 miliar won dan KODEX Inverse sebesar 68,8 miliar won. Sebaliknya, produk leverage KOSPI seperti KODEX Leverage (-129 miliar won) dan TIGER 200 (-17,1 miliar won) mengalami penjualan bersih mencapai lebih dari 250 miliar won.
Berbeda dengan KOSPI, sentimen untuk KOSDAQ lebih optimis dengan harapan rebound teknis. Investor membeli KODEX KOSDAQ150 Leverage senilai 76,6 miliar won.
Pasar single-stock leveraged ETF yang sebelumnya panas mengalami penjualan besar-besaran. KODEX SK hynix Single Stock Leverage menjadi yang paling banyak dijual sebesar 159,2 miliar won, diikuti TIGER SK hynix Single Stock Leverage (-78,8 miliar won), KODEX Samsung Electronics Single Stock Leverage (-44,9 miliar won), dan TIGER Samsung Electronics Single Stock Leverage (-44,8 miliar won). Total penjualan bersih produk ini mencapai 327,7 miliar won.
Di sisi lain, produk 'SOL SK hynix Futures Single Stock Inverse 2X' yang menghasilkan keuntungan saat saham SK hynix turun, malah mengalami pembelian bersih sebesar 98,9 miliar won.
Komisi Jasa Keuangan Korea (FSC) baru-baru ini meningkatkan persyaratan setoran minimum dari 10 juta won menjadi 30 juta won dan menaikkan ukuran lot perdagangan sebagai bagian dari upaya untuk melindungi investor dan menurunkan panasnya pasar. Pelaksanaan aturan ini dipercepat menjadi 31 Juli 2026.
Lee Sanghyun, peneliti di Meritz Securities, mengatakan, "Penguatan persyaratan setoran minimum dan peningkatan ukuran lot perdagangan akan membantu mendinginkan volume transaksi yang terlalu panas dan menstabilkan pasar."
Pergerakan dana investor ritel juga terlihat di pasar AS. Menurut Korea Securities Depository, dari 1 sampai 21 Juli 2026, pembelian bersih saham AS oleh investor domestik mencapai 4,26 triliun won, naik hampir 4,5 kali lipat dibandingkan Juni.
Produk leveraged semikonduktor seperti Direxion Daily Semiconductor Bull 3X (SOXL) menjadi pilihan utama dengan pembelian bersih $2,431 miliar atau sekitar 2,78 triliun won sepanjang Juli. SK Hynix ADR juga mendapat aliran dana sebesar $613,67 juta (sekitar 899 miliar won).
Meski dana pinjaman margin di pasar saham domestik turun signifikan, investor masih menunjukkan minat pada produk berisiko tinggi di pasar luar negeri, khususnya produk leveraged, yang menunjukkan preferensi risiko tetap tinggi meski pasar bergeser.
Seorang pejabat industri sekuritas menyampaikan, "Saldo kredit menurun, tetapi dana mengalir ke produk leveraged luar negeri, sehingga sulit dikatakan preferensi terhadap produk berisiko melemah. Pasar saja yang berganti, sementara konsentrasi pada semikonduktor dan produk leveraged terus berlanjut."
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow