Investor Asing Borong Saham BBCA Rp 71 Miliar

Smallest Font
Largest Font

Investor asing kembali memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan aksi beli bersih (net buy) mencapai Rp 71,99 miliar pada perdagangan Senin (10/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Aksi beli ini menghentikan tren penjualan bersih (net sell) asing yang sempat terjadi selama tiga hari bursa berturut-turut pada 5 hingga 7 Agustus 2026.

Sebelumnya, aksi lepas saham oleh investor asing di saham emiten bank swasta terbesar ini sempat menembus angka Rp 214,98 miliar pada 6 Agustus. Meski kembali dilirik investor asing pada awal pekan, harga saham BBCA ditutup stagnan pada level Rp 6.375 per saham. Volume perdagangan mencatatkan 88,67 juta saham yang ditransaksikan sebanyak 37.603 kali, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 566,83 miliar.

Pergerakan teknikal saham BBCA pada Selasa (11/8/2026) diproyeksikan memiliki peluang menguat oleh CGS International Sekuritas. Lembaga tersebut mematok area resistance pertama di level 6.433 dan resistance kedua di 6.492. Meski demikian, potensi penurunan tetap terbuka dengan batas support pertama pada level 6.333 serta support kedua di 6.292.

Dari sisi kinerja keuangan, Samuel Sekuritas memperkirakan pertumbuhan laba BCA pada semester II-2026 bergerak moderat akibat potensi kenaikan beban operasional dan biaya kredit (cost of credit) yang mendekati 60 basis poin. Namun, Samuel Sekuritas menilai pemulihan margin bunga bersih (NIM) akan menjadi penyeimbang utama bagi kinerja perseroan.

"Namun, potensi pemulihan margin bunga bersih BCA (BBCA) menjadi faktor penyeimbang bagi kinerja bank tersebut," tulis Samuel Sekuritas dalam risetnya, dikutip pada Senin (10/8/2026).

Margin bunga bersih BBCA pada paruh kedua tahun 2026 diproyeksikan Samuel Sekuritas berada di rentang 5,5% hingga 5,9%, melebihi panduan internal manajemen BCA yang dipatok sebesar 5,4% sampai 5,6%. Perbaikan margin ini didorong oleh imbal hasil kredit korporasi serta kenaikan imbal hasil reinvestasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar 60 basis poin secara kuartalan. Atas dasar tersebut, Samuel Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 7.150 berdasarkan asumsi rasio Price to Book (P/B) 2,8 kali untuk proyeksi 2026.

Rekomendasi serupa turut diberikan oleh KB Valbury Sekuritas yang mempertahankan target harga saham BBCA di level Rp 9.480. Target tersebut menggunakan acuan valuasi P/B sebesar 3,8 kali untuk proyeksi 2026, di mana saat ini saham BBCA ditransaksikan pada P/B 2,5 kali. Koreksi harga yang terjadi belakangan ini dinilai membuka ruang masuk investasi karena sahamnya berada pada tingkat diskon yang memadai.

Sementara itu, MNC Sekuritas menetapkan target harga saham BBCA sebesar Rp 8.700 dengan merefleksikan rasio PBV sebesar 3,4 kali untuk estimasi 2026 dan 3 kali untuk estimasi 2027. Kinerja operasional BBCA selama semester I-2026 dinilai masih sejalan dengan estimasi pasar, meskipun indikator NIM tercatat masih menghadapi tekanan.

Follow achmadnurhidayat.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed